Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ketidakpastian Keamanan

Pemerintah AS mengeluarkan peringatan keras kepada warganya di Iran untuk segera keluar dari negara tersebut di tengah konflik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran di Tengah Ketidakpastian Keamanan
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
IBU KOTA IRAN - Bendera Iran di ibu kota mereka, Teheran. Pemerintah AS mengeluarkan peringatan keras kepada warganya di Iran untuk segera keluar dari negara tersebut di tengah konflik. 

 

Ringkasan Berita:
  • AS meminta warganya segera meninggalkan Iran karena risiko keamanan meningkat.
  • Jalur evakuasi tersedia melalui udara dan perbatasan darat tertentu.
  • Warga AS menghadapi risiko penahanan, terutama bagi pemegang kewarganegaraan ganda.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Rabu mendesak seluruh warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut, menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara Iran sejak 21 April 2026.

Dalam peringatan perjalanan terbaru, warga AS diminta untuk terus memantau perkembangan melalui media lokal serta menghubungi maskapai penerbangan guna memperoleh informasi penerbangan yang tersedia.

Bagi mereka yang tidak dapat meninggalkan Iran melalui jalur udara, pemerintah menyarankan opsi perjalanan darat melalui Armenia, Turki, dan Turkmenistan.

Sementara itu, perbatasan darat dengan Azerbaijan masih tertutup untuk lalu lintas reguler dan memerlukan izin khusus.

Peringatan tersebut juga menegaskan bahwa warga AS tidak boleh melakukan perjalanan ke wilayah berisiko tinggi seperti Afghanistan, Irak, maupun kawasan perbatasan Pakistan-Iran, mengutip Anadolu Agency, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Negosiasi Putaran 2 AS-Iran Segera Digelar, Dijadwalkan Berlangsung 3 Hari Lagi

Otoritas Iran disebut berpotensi mencegah keberangkatan warga Amerika atau bahkan mengenakan biaya keluar.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, warga negara ganda AS-Iran diingatkan bahwa Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan mereka sebagai warga Iran sepenuhnya.

Peringatan tersebut juga menyoroti risiko signifikan bagi warga AS, termasuk kemungkinan interogasi, penangkapan, dan penahanan.

Dalam situasi darurat, warga yang tidak dapat meninggalkan tempat tinggal diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan menjauhi jendela demi keselamatan.

Situasi ini terjadi di tengah konflik kawasan yang melibatkan AS dan Iran, di mana gencatan senjata sementara dilaporkan diperpanjang setelah adanya permintaan dari pihak Pakistan.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata akan tetap berlaku hingga Iran mengajukan proposal baru untuk mengakhiri konflik yang meluas di kawasan, termasuk negara-negara Teluk.

(*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas