Iran Kembali Membuka Penerbangan Komersial dari Bandara Teheran Sejak Perang dengan AS
Penerbangan pertama berangkat dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Sabtu (25/4/2026).
Penulis:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Iran kembali membuka penerbangan komersial dari bandara Teheran untuk pertama kalinya sejak perang dengan AS-Israel.
- Maskapai penerbangan India secara bertahap mulai kembali mengoperasikan beberapa layanannya.
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Republik Islam Iran membuka penerbangan komersial perdana melalaui Bandara Teheran sejak perang dengan AS-Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Penerbangan pertama berangkat dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Sabtu (25/4/2026).
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa penerbangan berangkat menuju Istanbul Turki, Muscat di Oman, dan Madinah di Arab Saudi.
Langkah ini menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara Iran awal bulan ini di bawah gencatan senjata dengan AS yang menghentikan pertempuran aktif.
Pembukaan kembali perbatasan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan dua putaran pertemuan dengan pimpinan militer dan politik tertinggi Pakistan setelah tiba di Islamabad pada Jumat malam.
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan delegasi Iran akan melanjutkan pembicaraan dengan pimpinan senior sementara utusan AS diperkirakan akan tiba di Islamabad pada hari Sabtu.
Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Donald Trump akan mengirim Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan dalam upaya baru untuk menyelamatkan negosiasi gencatan senjata dengan Teheran.
Namun, tak lama setelah kedatangan Araghchi, Iran mengatakan bahwa setiap keterlibatan dengan perwakilan AS akan tetap tidak langsung, dengan pejabat Pakistan menyampaikan pesan antara kedua belah pihak.
Upaya diplomatik terbaru ini menyusul gencatan senjata tanpa batas waktu yang telah menghentikan sebagian besar pertempuran tetapi meninggalkan gangguan ekonomi, khususnya yang memengaruhi pengiriman energi global karena penutupan Selat Hormuz.
Pakistan telah berupaya membawa Washington dan Teheran kembali ke meja perundingan setelah Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu awal pekan ini, menanggapi permintaan Islamabad untuk waktu lebih banyak untuk diplomasi.
Araghchi dan para utusan AS sebelumnya mengadakan pembicaraan tidak langsung selama berjam-jam di Jenewa pada 27 Februari mengenai program nuklir Iran, tetapi gagal mencapai kesepakatan.
Keesokan harinya, Israel dan Amerika Serikat melancarkan aksi militer terhadap Iran.
Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Trump telah memutuskan untuk mengirim Witkoff dan Kushner ke Pakistan "untuk mendengarkan pihak Iran,".
Dan menambahkan bahwa Washington telah melihat "beberapa kemajuan dari pihak Iran" dalam beberapa hari terakhir, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Sumber: India Today
Baca tanpa iklan