Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Bombardir Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Iran menyerang kapal perang dan kapal dagang AS di Selat Hormuz. Konflik Timur Tengah terus memanas

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran Bombardir Kapal Perang AS di Selat Hormuz
CENTCOM
PERANG IRAN - Tangkap layar video yang diunggah CENTCOM memperlihatkan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) mencegat M/V Touska milik Iran, 19 April 2026. Marinir AS kemudian menaiki dan menyita kapal tersebut. (X CENTCOM) 

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Iran disebut telah menyerang kapal perang dan kapal dagang milik Amerika Serikat (AS).  

Hal ini dikatakan oleh Komandan United States Central Command atau Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper.  

Laksamana Brad Cooper memberikan pengarahan kepada beberapa anggota media AS melalui telekonferensi mengenai situasi terkini di Selat Hormuz

Cooper menyatakan bahwa Iran telah menargetkan beberapa kapal perang AS dan kapal-kapal komersial yang menyertainya yang berlayar di Selat Hormuz

Cooper mencatat bahwa Iran telah melancarkan banyak serangan rudal jelajah, serangan pesawat tak berawak, dan kapal angkatan laut terhadap kapal-kapal yang dilindungi oleh militer AS.  

Namun, Cooper mengklaim bahwa bahwa semua ancaman Iran tersebut telah dinetralisir. 

Komandan CENTCOM menyatakan bahwa sebagai tanggapan terhadap serangan Iran, militer AS menyerang dan menenggelamkan enam kapal Iran yang menargetkan kapal-kapal sipil. 

Baca juga: Iran Tuduh AS Tewaskan 5 Warga Sipil di Selat Hormuz, Ketegangan Energi Global Memuncak

IRIB: Militer AS di Balik Serangan ke Fasilitas Minyak UEA 

Rekomendasi Untuk Anda

Konflik Timur Tengah diketahui masuk terus memanas. 

Penyiar negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan dengan mengutip sumber militer bahwa militer Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas kebakaran di fasilitas minyak di Uni Emirat Arab (UEA).

Insiden tersebut disebut dilakukan untuk membuka jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.

Sumber yang tidak disebutkan namanya itu membantah keterlibatan Iran dan menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari operasi militer AS.

Ia juga menyebut Washington harus dimintai pertanggungjawaban, bukan Teheran.

“Iran tidak memiliki rencana untuk menyerang fasilitas minyak (di UEA). Apa yang terjadi adalah hasil dari petualangan oleh pasukan militer AS, yang bertujuan untuk menciptakan jalan bagi kapal melalui Selat Hormuz."

"Ini adalah militer AS yang harus memikul tanggung jawab atas apa yang terjadi," kata sumber itu, mengutip Al Mayadeen, Selasa (5/5/2026).

UEA Tuding Iran

Sebelumnya pada hari yang sama, otoritas UEA justru mengaitkan serangan terhadap Zona Industri Minyak Fujairah dengan Iran.

Mereka menggambarkan insiden tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” dan menyatakan memiliki hak untuk memberikan respons.

Di sisi lain, kantor berita Tasnim News Agency melaporkan peringatan keras dari sumber militer Iran. 

Disebutkan bahwa jika UEA mengambil tindakan tidak bijaksana, maka seluruh kepentingannya bisa menjadi target.

Sumber Iran tersebut juga memperingatkan bahwa jika UEA menjadi alat juga kaki tangan Israel dan hingga salah perhitungan, maka negara itu akan menerima pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan.

Sumber juga menambahkan bahwa UEA saat ini tengah 'duduk di rumah kaca yang rapuh' yang berarti sangat rentan terhadap ancaman keamanan.

Lebih lanjut, sumber itu menyatakan bahwa jika UEA mengulangi kesalahan pada perang 40 hari sebelumnya, Iran akan menghentikan semua bentuk pengekangan dan memperlakukan negara tersebut sebagai bagian dari entitas Israel.

Baca juga: AS dan Negara Teluk Susun Resolusi PBB untuk Menekan Iran di Selat Hormuz

Eskalasi Konflik di Laut

Sementara itu, eskalasi juga terlihat di laut.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan tiga insiden maritim terpisah di perairan UEA pada hari Senin (4/5/2026).

Salah satunya melibatkan kapal tanker minyak MV Barakah yang dioperasikan oleh ADNOC Logistics and Services, yang terkena proyektil sekitar 78 mil laut di utara Fujairah.

Seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi aman.

Selain itu, kebakaran terjadi di ruang mesin kapal kargo sekitar 36 mil laut utara Dubai, serta insiden kebakaran kapal ketiga sekitar 14 mil laut di barat Pelabuhan Saqr.

Meski demikian, tidak ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan dari ketiga insiden tersebut.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas