Kursus Ramen Rp60 Juta per Minggu di Jepang Diserbu Warga Asing, Termasuk WNI
Kursus ramen di Tokyo Ramen Academy diminati warga asing, jadi peluang bisnis menjanjikan di Indonesia
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Minat warga asing mempelajari ramen meningkat, terlihat dari program intensif di Tokyo Ramen Academy yang menarik ratusan peserta
- Kursus ini mengajarkan teknik profesional mulai dari membuat mi hingga meracik kuah
- Tren ini membuka peluang bisnis kuliner Jepang, termasuk di Indonesia
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, CHIBA – Minat warga asing untuk mendalami kuliner Jepang, khususnya ramen, terus meningkat.
Di Tokyo Ramen Academy yang berlokasi di Yachiyo-shi, Prefektur Chiba, kursus intensif selama satu minggu, WNI bernama Nick (26) ambil kursus dengan biaya mencapai 638.000 yen (sekitar Rp60 jutaan) seminggu serta menarik ratusan peserta dari berbagai negara, baik Indonesia maupun Malaysia.
Kepala Akademi sekaligus sebagai instruktur utama melakukan pelatihan pembuatan ramen profesional.
Menurut pihak akademi, sekitar 200 peserta asing telah mengikuti program ini, dengan jadwal pelatihan yang padat mencapai 8 jam per hari.
Para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari membuat mie, meracik kuah, hingga teknik penyajian.
Salah satu peserta asal Indonesia mengungkapkan rencananya untuk membuka restoran Jepang pada Oktober 2026.
Baca juga: Kuliner Jepang di Bali: Ramen Kumamoto dengan Cita Rasa Tradisional Kyushu
“Saya ingin membuka restoran Jepang. Ramen sangat populer di Indonesia, jadi peluangnya besar,” ujar Nick.
Dalam pelatihan, peserta juga diajarkan teknik penting dalam memasak sup ramen, seperti “aku-tori”, yaitu proses menghilangkan buih atau kotoran dari kaldu agar menghasilkan rasa yang lebih bersih. Teknik ini membutuhkan waktu dan ketelatenan tinggi.
Selain itu, peserta didorong untuk mengembangkan resep sendiri sesuai selera pasar.
Untuk pasar Indonesia, misalnya, ramen dengan tekstur creamy dan sentuhan bawang putih hitam dinilai memiliki potensi besar untuk menarik konsumen.
Program ini juga dilengkapi dengan penerjemah, sehingga peserta asing dapat memahami setiap tahap pembelajaran secara detail.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ramen Jepang tidak hanya menjadi tren kuliner global, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan, khususnya di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan