Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?

Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?
HO/IST/AI/IST
WABAH HANTAVIRUS - Foto ini adalah foto ilustrasi yang dibuat dengan artificial intelligence(AI) soal penularan hantavirus. Virus Hanta atau hantavirus kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan kasus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar menuju Tenerife, Spanyol, di mana tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut. - Pada 15 Mei 2026, Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus. 
Ringkasan Berita:
  • Prancis dan Belanda menyatakan puluhan orang yang sempat kontak dengan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi Hantavirus dinyatakan negatif, meski beberapa kasus masih dipantau.
  • Wabah diduga bermula dari pelayaran kapal MV Hondius di Amerika Selatan dan telah menewaskan sedikitnya 3 orang.
  • Hantavirus adalah virus langka yang umumnya ditularkan tikus, tetapi virus ini dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat,
  • WHO menegaskan risiko bagi masyarakat umum masih rendah.

TRIBUNNEWS.COM - Prancis dan Belanda mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap puluhan orang yang sempat melakukan kontak dengan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi virus hantavirus

Hasilnya, sebagian besar dinyatakan negatif, meski otoritas kesehatan dunia masih terus memantau kemungkinan munculnya kasus baru dalam beberapa pekan ke depan.

Pemerintah Prancis pada Kamis (14/5/2026) menyatakan bahwa 26 orang yang sempat berkontak dengan pasien terinfeksi hantavirus telah menjalani pemeriksaan dan seluruhnya dinyatakan negatif.

Dari jumlah itu, 22 orang merupakan kontak erat seorang wanita asal Belanda yang sebelumnya berada di kapal pesiar MV Hondius dan kemudian meninggal dunia setelah jatuh sakit di Afrika Selatan.

Selain itu, empat orang lain yang sempat berada di kapal masih dipantau oleh dokter di Prancis

Sementara seorang penumpang asal Prancis dinyatakan positif terinfeksi virus Hanta dan kini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Pihak berwenang Belanda juga mengumumkan bahwa seluruh penumpang yang dipulangkan melalui penerbangan evakuasi dari kapal tersebut telah menjalani tes dan hasilnya negatif.

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus ini menarik perhatian internasional karena wabah diduga bermula dari kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari wilayah Amerika Selatan.

Virus Hanta sendiri dikenal sebagai penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat, meski dalam beberapa kasus tertentu dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan, seperti diberitakan Al Arabiya.

Baca juga: Akhiri Operasi Hantavirus di MV Hondius, WHO Sampaikan Terima Kasih kepada Warga Tenerife

Italia dan Inggris Tingkatkan Kewaspadaan

Di tengah meningkatnya kekhawatiran, otoritas kesehatan Italia mulai memeriksa dua dugaan kasus Hantavirus.

Salah satunya adalah turis asal Argentina yang dirawat di rumah sakit di Roma karena pneumonia, sementara seorang pria muda menjalani isolasi sukarela setelah diketahui sempat melakukan kontak dengan wanita Belanda yang meninggal dunia.

Sementara itu, pemerintah Inggris mengumumkan karantina pencegahan terhadap seorang turis Inggris di Milan karena berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien terinfeksi.

Inggris juga memindahkan 10 orang dari wilayah terpencil menuju Inggris Raya untuk menjalani isolasi pencegahan setelah mereka dikaitkan dengan wabah yang berasal dari kapal pesiar tersebut.

WHO: Risiko Masih Rendah

Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tanda-tanda terjadinya wabah Hantavirus berskala besar.

“Saat ini belum ada indikasi akan terjadinya wabah yang lebih besar, tetapi situasinya bisa berubah, dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” kata Tedros dalam konferensi pers di Madrid bersama Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada Selasa (12/5/2026).

WHO menjelaskan bahwa jenis virus yang ditemukan adalah strain “Andes”, yang memang memiliki kemampuan terbatas untuk menular dari manusia ke manusia.

Penularan umumnya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.

Amerika Serikat juga mengambil langkah pencegahan dengan mengarantina 18 penumpang asal AS yang berada di kapal tersebut. Namun, otoritas kesehatan menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum masih tergolong rendah.

Secara global, hingga kini tercatat tiga orang meninggal dunia akibat infeksi virus Hanta, enam orang dipastikan positif, dan satu kasus lainnya masih dalam status dugaan.

Apa Itu Hantavirus?

Kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah wabah yang diduga berasal dari kapal pesiar MV Hondius menewaskan beberapa penumpang dan memicu karantina di sejumlah negara pada April hingga Mei 2026.

Meski tergolong penyakit langka, virus ini dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian dalam waktu singkat.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus liar.

Nama virus ini berasal dari Sungai Hantan di Korea Selatan, lokasi awal virus tersebut dikenali secara luas saat Perang Korea pada awal 1950-an dan tersebar di berbagai negara dengan jenis yang berbeda-beda.

Di Asia dan Eropa, Hantavirus lebih sering menyebabkan gangguan ginjal serius, sedangkan di benua Amerika virus ini dapat memicu gangguan paru-paru berat yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus.

Seseorang juga dapat tertular setelah menyentuh permukaan yang tercemar lalu menyentuh wajah.

Dalam kasus tertentu, terutama pada strain Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, virus juga dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai flu biasa sehingga sulit dikenali pada tahap awal. Penderitanya biasanya mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, tubuh lemas, hingga batuk dan sesak napas.

Pada kasus berat, paru-paru dapat terisi cairan dan menyebabkan gagal napas.

Tingkat kematian akibat Hantavirus pun cukup tinggi, terutama untuk tipe HPS di Amerika yang dapat mencapai 30 hingga 40 persen.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kasus Hantavirus sebenarnya tergolong jarang.

Di Amerika Serikat, misalnya, sejak virus ini dikenali pada 1993, tercatat lebih dari 800 kasus. Di Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Chile, wabah kecil juga beberapa kali muncul akibat strain Andes yang memiliki kemampuan terbatas untuk menular dari manusia ke manusia.

Salah satu wabah terbesar sebelumnya terjadi di Argentina pada 2018-2019 yang menyebabkan sejumlah kematian dan karantina ketat di wilayah Patagonia.

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Sebelumnya, kapal pesiar MV Hondius memulai pelayarannya dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.

Kapal ekspedisi milik Oceanwide Expeditions itu melakukan perjalanan panjang melintasi kawasan Atlantik Selatan dan Antarktika dengan membawa sekitar 147 penumpang dan kru dari puluhan negara.

Rute perjalanan kapal mencakup beberapa wilayah terpencil seperti Antarktika, South Georgia, Nightingale Island, Tristan da Cunha, Saint Helena, hingga Ascension Island sebelum akhirnya menuju Cape Verde dan Kepulauan Canary.

Kasus pertama diduga muncul pada 6 April 2026 ketika seorang penumpang mulai mengalami demam, sakit kepala, dan gangguan pernapasan. Pada 11 April, penumpang tersebut meninggal dunia di atas kapal, meski saat itu kematiannya belum dikaitkan dengan Hantavirus.

Wabah mulai menjadi perhatian internasional setelah seorang wanita asal Belanda yang sempat berada di kapal jatuh sakit dalam penerbangan dari Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan. Ia kemudian meninggal dunia di rumah sakit pada 26 April 2026.

Hantavirus secara resmi mulai diumumkan dan dikonfirmasi terkait MV Hondius pada awal Mei 2026.

Pada 4 Mei 2026, hasil tes pertama yang memastikan adanya infeksi Andes Hantavirus diumumkan kepada publik dan langsung memicu pelacakan kontak internasional oleh WHO serta berbagai negara.

Sejak saat itu, penumpang dan kru kapal mulai diisolasi, dievakuasi, dan diperiksa di sejumlah negara seperti Belanda, Prancis, Inggris, Italia, Amerika Serikat, hingga Australia.

Hingga pertengahan Mei 2026, wabah tersebut dikaitkan dengan sedikitnya tiga kematian dan sejumlah kasus positif lainnya, seperti diberitakan The Guardian.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas