Pemerintah Indonesia-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi
Forum Bisnis Indonesia – Belarus juga direncanakan akan berlangsung pada rencana kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Pemerintah Indonesia-Belarus Sepakati Penguatan dan Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi
Ringkasan Berita:
- Indonesia dan Belarus menggelar SKB ke-8 di Minsk untuk memperkuat kerja sama perdagangan, industri, pertanian, investasi, dan teknologi menjelang implementasi Indonesia–EAEU FTA.
- Airlangga Hartarto menyebut Belarus sebagai mitra strategis Indonesia, terutama pada sektor manufaktur, alat berat, pupuk, dan mekanisasi pertanian.
- Nilai perdagangan RI–Belarus naik 72,6 persen menjadi USD 221 juta dan kedua negara tengah menyusun roadmap kerja sama 2026–2030.
Wahyu Aji/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia terus berupaya memperkuat eksistensi di kawasan Eurasia dengan mengoptimalkan seluruh potensi untuk peningkatan perdagangan dan kerja sama ekonomi, dengan mengoptimalkan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA).
Salah satu dari 5 negara Eurasia yang menjadi target penguatan kerja sama ekonomi adalah Republik Belarus.
Untuk mendorong penguatan kerja sama ekonomi, Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Belarus telah melaksanakan Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026).
Pertemuan ini dipimpin secara bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri (DPM) Republik Belarus Viktor Karankevich.
DPM Karankevich menyampaikan bahwa kedua negara berkomitmen untuk senantiasa menjaga hubungan yang erat di berbagai bidang.
Belarus sangat mendukung pelaksanaan Pertemuan SKB kali ini sebagai forum yang penting untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara.
"Kami meyakini bahwa pertemuan ini akan mampu mengidentifikasi sejumlah kerja sama bilateral utama yang dapat diwujudkan dalam rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada awal Juli 2026,” ujar DPM Karankevich.
Dalam sambutan pembukaan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa SKB kali ini merupakan kelanjutan dari SKB ke-7 yang terakhir diadakan pada masa pandemi di tahun 2022 secara virtual.
SKB RI-Belarus berfungsi sebagai kerangka payung untuk kerja sama bilateral, terutama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis, dengan tujuan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan ekonomi kedua negara.
Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Belarus terhadap penyelesaian dan penandatanganan Indonesia–EAEU FTA pada bulan Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia.
"Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia–EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan,” ujar Airlangga.
Belarus mengundang stakeholders dan para pengusaha dari Indonesia untuk melihat lebih dekat kapabilitas dan kapasitas industri pertanian, industri manufaktur dan berbagai fasilitas industri yang dimiliki oleh Belarus.
Dalam konteks ini, kedua negara terus berdiskusi mengenai berbagai peluang kerja sama industri dan teknologi, seperti joint assembly machineries di Indonesia.
Forum Bisnis Indonesia – Belarus juga direncanakan akan berlangsung pada rencana kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.
Pihak Belarus berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia, termasuk melalui pengembangan kerja sama industri, investasi, pertanian, dan konektivitas perdagangan.
DPM Karankevich mengungkapkan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan sangat membantu bisnis antar kedua negara, mengingat Indonesia - EAEU FTA telah ditandatangani dan akan segera selesai ratifikasi.
Di bidang perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat tren peningkatan nilai perdagangan yang cukup signifikan, sekitar USD 221 juta atau meningkat 72,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pihak Indonesia juga menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan perdagangan secara signifikan, dan Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama strategis.
Sebagai negara di kawasan Eropa Timur dengan basis industri manufaktur yang kuat, khususnya pada sektor alat berat, pertanian, dan kimia, Belarus memiliki potensi strategis sebagai mitra Indonesia dalam diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama sektor industri.
Lebih lanjut, Indonesia mendorong penguatan kerja sama melalui skema joint venture, local assembly, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional, khususnya pada sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian
Pada sektor ketahanan pangan dan pertanian, kedua negara membahas potensi kerja sama di bidang mekanisasi pertanian dan teknologi pertanian modern untuk mendukung produktivitas dan modernisasi sektor pertanian.
Indonesia juga membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, dan produk manufaktur ke Belarus serta kawasan EAEU.
Selain itu, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama investasi, kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata.
Pada topik pembahasan terakhir, kedua pihak menyambut baik Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030 yang saat ini tengah disusun.
Roadmap tersebut diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai kerjasama, serta diharapkan akan menjadi salah satu deliverables utama dalam Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, yakni Duta Besar RI Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Asdep Kerja Sama Ekonomi Bilateral Irwan Sinaga, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Setya Nugraha, serta perwakilan Kementerian/ Lembaga terkait dan dari KADIN Indonesia dan APINDO.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.