Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terungkap! Israel Diam-Diam Bangun Basis Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Hadapi Iran

Israel diduga diam-diam bangun pangkalan rahasia di gurun Irak untuk operasi lawan Iran. Baghdad murka, ketegangan Timur Tengah kembali memanas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Ringkasan Berita:
  • Israel diduga diam-diam membangun dua pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak selama lebih dari setahun untuk mendukung operasi menghadapi Iran
  • Kasus ini terungkap setelah seorang penggembala Irak menemukan aktivitas militer mencurigakan dekat Al-Nukhaib sebelum akhirnya ditemukan tewas.
  • Pemerintah Irak menegaskan tidak ingin wilayahnya dipakai sebagai basis serangan negara lain. Pengamat menilai isu pangkalan rahasia Israel berpotensi memperbesar ketegangan Timur Tengah

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan baru muncul di Timur Tengah setelah muncul laporan bahwa Israel diduga diam-diam mengoperasikan dua pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh media Amerika Serikat, The New York Times, yang menyebut Israel telah membangun dan mengoperasikan dua pangkalan militer rahasia selama lebih dari satu tahun untuk mendukung operasi menghadapi Iran.

Keberadaan fasilitas militer itu langsung memicu kemarahan sejumlah pejabat Irak karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Mengutip dari media lokal Aawsar, penemuan pangkalan militer ini mencuat setelah seorang penggembala asal Irak bernama Awad al-Shammari mengungkap bahwa dirinya menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan gurun dekat kota al-Nukhaib pada 3 Maret lalu.

Menurut keluarganya, Awad awalnya berangkat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun dalam perjalanan, ia diduga tanpa sengaja menemukan area rahasia yang berisi tentara, helikopter, tenda militer, dan landasan pendaratan tersembunyi.

Sebelum akhirnya ditemukan tewas, Awad sempat menghubungi komando militer regional Irak untuk melaporkan aktivitas yang ia lihat di kawasan tersebut. Keluarga korban menduga penemuan rahasia militer itu menjadi penyebab kematiannya.

Diduga Digunakan untuk Operasi Lawan Iran

Tak lama setelah kejadian itu sejumlah pejabat keamanan Irak dan sumber regional mengatakan bahwa pangkalan rahasia yang diduga dioperasikan Israel di gurun barat Irak kemungkinan digunakan untuk mendukung operasi militer terhadap Iran dan jaringan sekutunya di Timur Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut laporan yang beredar, fasilitas tersebut tidak dibangun secara mendadak setelah konflik pecah, melainkan sudah beroperasi jauh sebelum perang besar antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terjadi.

Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan pangkalan diduga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Israel untuk memperluas kemampuan pengawasan dan operasi militernya di kawasan.

Pangkalan tersebut disebut memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas intelijen, pemantauan pergerakan militer, hingga kemungkinan operasi udara di wilayah sekitar Iran dan jalur perbatasan regional.

Baca juga: AS Tak Mau Kompromi! Iran Dipaksa Penuhi 5 Tuntutan Baru, Uranium hingga Selat Hormuz Jadi Taruhan

Sumber keamanan regional juga menyebut fasilitas itu sempat digunakan selama perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu. 

Pada periode tersebut, kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan aktivitas militer, termasuk serangan rudal dan operasi udara lintas wilayah.

Keberadaan pangkalan di wilayah Irak dinilai memberikan keuntungan strategis bagi Israel karena lokasinya relatif dekat dengan Iran dan berada di kawasan gurun yang sulit dipantau publik.

Informasi lain yang turut memicu kontroversi adalah dugaan bahwa Amerika Serikat sebenarnya telah mengetahui keberadaan setidaknya salah satu pangkalan tersebut sejak pertengahan 2025 atau bahkan lebih awal.

Jika informasi itu benar, maka muncul dugaan bahwa Washington mengetahui adanya operasi militer Israel di wilayah Irak namun tidak menyampaikannya kepada pemerintah Baghdad.

Situasi tersebut memicu pertanyaan besar di Irak terkait sejauh mana kedaulatan negaranya benar-benar dihormati oleh negara-negara sekutu Barat, terutama di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Irak Tegaskan Tak Mau Terseret Konflik

Pengungkapan dugaan pangkalan rahasia Israel di wilayah Irak langsung memicu reaksi keras dari kalangan politik dan militer Baghdad. 

Sejumlah pejabat Irak menilai keberadaan fasilitas militer asing tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

Anggota parlemen Irak Waad al-Kadu menyebut operasi militer Israel di wilayah Irak tanpa izin pemerintah sebagai tindakan yang mengabaikan martabat negara dan rakyat Irak

Menurutnya, keberadaan pangkalan asing secara diam-diam di gurun barat Irak menunjukkan lemahnya penghormatan terhadap otoritas Baghdad di tengah situasi kawasan yang semakin tidak stabil.

Di sisi lain, Mayor Jenderal Ali al-Hamdani mengungkap bahwa militer Irak sebenarnya telah mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di kawasan gurun barat sejak beberapa bulan sebelumnya. 

Namun hingga kini, pemerintah Irak dinilai masih berhati-hati dan belum memberikan pengakuan resmi terkait keberadaan pangkalan tersebut.

Sementara itu, juru bicara pasukan keamanan Irak Saad Maan mengatakan pemerintah belum memiliki informasi resmi mengenai lokasi pasti pangkalan militer Israel di wilayah Irak.

Di tengah meningkatnya sorotan publik, pemerintah Irak kemudian menegaskan tidak ingin negaranya terseret lebih jauh dalam konflik geopolitik kawasan. 

Baghdad menekankan bahwa wilayah Irak tidak boleh digunakan sebagai jalur maupun titik peluncuran serangan terhadap negara lain.

Juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Sabah al-Numan, mengatakan pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas keamanan nasional dan menghindari keterlibatan langsung dalam konflik regional yang terus memanas.

“Irak tidak akan mengizinkan wilayahnya menjadi jalur lintasan atau titik peluncuran serangan terhadap negara lain,” tegasnya.

Pengamat menilai pengungkapan keberadaan pangkalan rahasia Israel di Irak berpotensi memperumit situasi keamanan Timur Tengah.

Selain memicu ketegangan diplomatik antara Baghdad dan Tel Aviv, isu tersebut juga dikhawatirkan dapat dimanfaatkan kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran untuk memperkuat posisi mereka di Irak.

Kelompok-kelompok tersebut diperkirakan dapat menggunakan isu pangkalan Israel sebagai alasan untuk menolak pelucutan senjata dan memperluas aktivitas militernya dengan dalih melindungi Irak dari ancaman asing.

Di sisi lain, situasi ini juga berpotensi mengganggu strategi Amerika Serikat dalam membatasi pengaruh Iran di Irak dan kawasan Timur Tengah.

Dengan meningkatnya rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, Iran, dan kelompok-kelompok bersenjata regional, Irak kini berada dalam posisi yang semakin sensitif dan rentan menjadi arena persaingan kekuatan besar di kawasan.

(Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas