Kelompok Japan is Back Kumpulkan 340 Pendukung PM Jepang Sanae Takaichi
Sejumlah tokoh besar LDP ikut menjadi pendiri, termasuk Wakil Presiden Partai LDP Taro Aso, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Kelompok parlemen Kokuryoku Kenkyukai atau JiB dibentuk pada 21 Mei 2026 untuk mendukung PM Sanae Takaichi dengan slogan Japan is Back
- Awalnya memperkuat basis politik, namun berkembang hingga lebih dari 340 anggota atau 80 persen LDP
- Perkembangan ini memicu kekhawatiran internal dan kritik karena dianggap formalitas politik, Ishiba tidak bergabung LDP
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Sebuah kelompok parlemen baru di Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) yang dibentuk untuk mendukung pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi justru berkembang jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Kelompok bernama Kokuryoku Kenkyukai atau Kelompok Studi Kekuatan Nasional itu resmi dibentuk pada 21 Mei 2026 di parlemen Jepang.
Kelompok ini memiliki singkatan “JiB” yang berasal dari slogan “JAPAN is BACK.”
Slogan tersebut sebelumnya digunakan Takaichi saat pemilihan ketua Partai LDP tahun lalu.
Awalnya Ditujukan Perkuat Basis Politik Takaichi
"Tujuan utama kelompok tersebut disebut untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan partai dalam mendorong kebijakan pemerintahan Takaichi," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat (22/5/2026).
Sejumlah tokoh besar LDP ikut menjadi pendiri, termasuk Wakil Presiden Partai LDP Taro Aso, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi, Ketua Dewan Kebijakan LDP Takayuki Kobayashi.
Baca juga: PM Jepang Sanae Takaichi Bantah Terlibat Video Serangan Politik terhadap Kandidat Lain
Menurut salah satu anggota pendiri, tujuan awal kelompok ini adalah mengumpulkan tokoh-tokoh kuat partai agar Takaichi bisa kembali terpilih tanpa lawan dalam pemilihan ketua LDP tahun depan.
Namun perkembangan kelompok tersebut ternyata di luar dugaan.
Mantan Menteri Dalam Negeri Jepang Ryota Takeda pekan lalu mengumumkan bahwa seluruh anggota kelompok kebijakannya akan ikut bergabung.
Akibatnya, banyak anggota parlemen lain yang sebelumnya tidak diperkirakan ikut justru mendaftar satu demi satu.
Jumlah anggota akhirnya melonjak menjadi lebih dari 340 orang (lebih dari 80% anggota LDP) sehingga berubah menjadi kelompok raksasa di dalam partai.
Sejumlah pihak internal LDP mulai khawatir tujuan awal kelompok tersebut menjadi kabur.
Salah satu pihak dalam kelompok itu bahkan menyebut situasi sekarang seperti “strategi memeluk semua pihak agar isu persaingan hilang.
Ada yang Menilai Hanya Formalitas Politik
Beberapa anggota yang ikut bergabung juga disebut tidak sepenuhnya mendukung Takaichi, melainkan hanya ikut demi menjaga posisi politik.
Ada anggota parlemen yang menyebut kelompok itu kini lebih mirip “sidang besar anggota parlemen kedua.”
Sementara anggota lain menyindir, “Mungkin ini cuma sekali saja. Bergabung seperti membeli asuransi politik.”
Di sisi lain, mantan Perdana Menteri Shigeru Ishiba dan mantan Sekjen LDP Hiromu Moriyama tidak ikut bergabung.
Tokoh dekat Ishiba, mantan Menteri Dalam Negeri Seiichiro Murakami bahkan mengkritik kelompok tersebut sebagai “Taisei Yokusankai,” istilah yang merujuk pada organisasi politik masa perang Jepang yang mendukung kekuasaan tunggal pemerintah.
Kondisi ini menunjukkan dinamika politik internal Partai LDP mulai memanas meskipun pemerintahan Takaichi baru berjalan beberapa bulan.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.