Iran Mau Deal dengan AS, Tapi Minta Dana Beku dan Ekspor Minyak Dipulihkan
Satu di antara syarat utama yang diminta Tehran adalah pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran selama proses negosiasi
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Iran Mau Deal dengan AS, Tapi Minta Dana Beku dan Ekspor Minyak Dipulihkan
Ringkasan Berita:
- Iran membuka peluang kesepakatan baru dengan Amerika Serikat, tetapi meminta pencabutan sementara sanksi minyak dan pencairan dana Iran yang dibekukan lebih dulu.
- Draft awal kesepakatan disebut belum menyentuh kewajiban Iran terkait program nuklir, karena isu itu akan dibahas terpisah dalam negosiasi 60 hari berikutnya.
- Kesepakatan juga dikaitkan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz dan upaya meredakan konflik kawasan, termasuk perang di Lebanon.
TRIBUNNEWS.COM - Iran mengajukan sejumlah syarat kepada Amerika Serikat untuk membuka jalan menuju kemungkinan kesepakatan baru antara kedua negara.
Satu di antara syarat utama yang diminta Tehran adalah pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Menurut sejumlah laporan, Iran ingin tetap bisa menjual minyaknya secara bebas tanpa tekanan sanksi AS selama pembicaraan berlangsung.
Baca juga: AS Klaim Selat Hormuz akan Dibuka, Media Iran: Pernyataan Trump Jauh dari Kenyataan
Selain itu, Iran juga meminta pencairan sebagian atau seluruh dana negaranya yang selama ini dibekukan di luar negeri.
Perkembangan ini muncul di tengah laporan bahwa Washington dan Tehran tengah mendekati kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur minyak terpenting dunia.
Jika kedua pihak menyetujui rancangan awal tersebut, maka tahap pertama akan diumumkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman.
Draft kesepakatan itu juga disebut memuat dorongan untuk menghentikan konflik di berbagai kawasan, termasuk perang di Lebanon.
Dalam klausul tersebut, Israel sebagai sekutu utama AS disebut ikut didorong untuk mengakhiri operasi militernya di Lebanon.
Iran juga meminta penghentian blokade laut dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan sekitar Iran.
Meski demikian, Tehran menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan terkait program nuklir Iran.
Pemerintah Iran membantah berbagai laporan yang menyebut mereka siap menyerahkan stok uranium yang diperkaya, membongkar fasilitas nuklir, atau menghentikan pengembangan teknologi nuklir.
Sumber yang mengetahui jalannya negosiasi mengatakan isu nuklir sengaja dipisahkan dan baru akan dibahas dalam periode negosiasi khusus selama 60 hari setelah kesepakatan awal diteken.
Artinya, pada tahap awal ini Iran hanya fokus pada pelonggaran tekanan ekonomi dan stabilitas keamanan kawasan, bukan pada pembatasan program nuklirnya.