Drone Murah Hizbullah Berhasil Bobol Iron Dome Israel: Sulit Dideteksi Radar
Drone FPV berbiaya rendah milik Hizbullah disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome Israel.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Drone FPV murah milik Hizbullah disebut berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome Israel.
- Teknologi drone serat optik dinilai sulit dideteksi dan tidak mudah dijamming oleh sistem elektronik modern.
- Israel mulai khawatir karena sistem pertahanan mahal dapat dilumpuhkan drone berbiaya ratusan dolar.
TRIBUNNEWS.COM - Penggunaan drone kecil berjenis FPV (first person view) oleh Hizbullah dilaporkan menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan udara Israel.
Media Jerman Deutsche Welle melaporkan bahwa drone murah tersebut mampu mengancam sistem pertahanan canggih Israel yang selama ini dikenal sebagai salah satu teknologi anti-rudal terbaik di dunia.
Dalam rekaman terbaru yang dirilis Hizbullah, terlihat drone bermuatan bahan peledak diduga menyerang langsung baterai sistem Iron Dome Israel.
Para analis menilai serangan tersebut menjadi simbol bagaimana teknologi murah dapat menembus sistem pertahanan dengan investasi sangat besar.
Drone FPV yang digunakan disebut memiliki biaya hanya beberapa ratus dolar atau euro.
Namun, efektivitasnya dinilai sangat tinggi karena mampu bergerak cepat, sulit dideteksi radar, dan dapat diarahkan secara presisi menuju target.
Sejak Maret lalu, Hizbullah disebut memperluas penggunaan drone FPV dalam operasi melawan pasukan Israel.
Sejumlah media dan analis Israel juga mengakui meningkatnya korban di pihak militer akibat serangan drone tersebut, mengutip Al Mayadeen, Minggu (24/5/2026).
Berbeda dengan drone konvensional yang menggunakan sinyal radio, drone FPV terbaru memakai sistem serat optik yang dikendalikan melalui kabel fisik selama penerbangan.
Teknologi ini membuat drone lebih sulit dijamming atau diganggu menggunakan sistem peperangan elektronik.
Baca juga: Pasukan Zionis Israel Kelelahan dan Kebingungan Berkepanjangan Hadapi Operasi Hizbullah
Para pakar militer menyebut teknologi drone serat optik telah mengubah pola peperangan modern, termasuk dalam konflik Rusia-Ukraina.
Kedua pihak dalam perang tersebut disebut mengalami kesulitan menghadapi serangan drone murah yang sulit dicegat meski telah menggunakan berbagai sistem pertahanan.
Analis menilai penggunaan drone semacam itu menunjukkan peningkatan kemampuan teknologi Hizbullah sekaligus mengungkap keterbatasan arsitektur pertahanan udara Israel dalam menghadapi ancaman murah namun masif.