Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei: AS Tak Selamanya Punya 'Tameng' di Timur Tengah

Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei mengatakan AS tak punya tempat aman di Timur Tengah dan menyerukan kepada negara Arab untuk mendukung Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei: AS Tak Selamanya Punya 'Tameng' di Timur Tengah
Tangkapan Layar
PEMIMPIN IRAN - Potret Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang diunggah situs berita resmi milik pemerintah Iran, PressTV. Pada 26 Mei 2026, Mojtaba Khamenei mengatakan AS tak punya tempat aman di Timur Tengah dan menyerukan kepada negara Arab untuk bersatu mendukung Iran. 

Media AS melaporkan putra mendiang Ali Khamenei itu kini berada di lokasi rahasia dengan pengamanan ketat untuk menghindari serangan lanjutan.

Para pejabat AS menyebut komunikasi dengan dirinya sangat terbatas dan hanya dilakukan melalui jaringan kurir khusus, sehingga memperlambat proses pengambilan keputusan pemerintah Iran terkait negosiasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Meski demikian, sejumlah pejabat Iran dilaporkan masih dapat bertemu langsung dengan Mojtaba Khamenei untuk menerima arahan terkait situasi perang dan kebijakan negara.

Delegasi Iran Pergi ke Qatar

Pernyataan keras tersebut muncul di tengah upaya diplomatik Iran dan Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan kesepakatan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pada hari Senin, delegasi tingkat tinggi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dilaporkan tiba di Doha guna menggelar pembicaraan dengan pejabat Qatar terkait isu Selat Hormuz, program nuklir Iran, hingga aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Kantor berita Tasnim melaporkan pada hari Selasa, kunjungan Ketua Parlemen dan kepala negosiator Mohammad Baqer Qalibaf ke ibu kota Qatar, Doha, "secara umum berjalan baik" dan menghasilkan kemajuan dalam pembicaraan dengan Amerika.

Laporan Reuters menyebutkan tujuan kunjungan tersebut untuk membahas negosiasi penghentian perang serta tuntutan Iran terkait pencairan dana mereka yang dibekukan di luar negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut kantor berita resmi IRNA, pembicaraan itu dilakukan bersama pejabat senior Qatar dalam jalur diplomatik yang dimediasi Pakistan.

Di tengah perundingan tersebut, pejabat keamanan Iran Mohammad Baqer Zolghadr menegaskan Iran tidak akan mundur dan meminta seluruh pihak menjaga persatuan nasional.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi dengan Iran kemungkinan masih memerlukan beberapa hari, sehingga peluang berakhirnya konflik dalam waktu dekat dinilai belum pasti.

Rubio menyebut Washington masih memberi kesempatan bagi jalur diplomasi, meski menegaskan AS siap mengambil langkah lain jika perundingan gagal.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran hanya akan terjadi jika benar-benar menguntungkan Amerika Serikat dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran

Perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran meletus pada 28 Februari 2026 setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran.

Serangan tersebut terjadi dua hari setelah perundingan nuklir di Jenewa gagal mencapai kesepakatan baru. AS dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun Teheran menegaskan programnya hanya untuk energi dan riset sipil.

Ketegangan semakin meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan awal, dan posisinya disebut digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas