Polisi Jepang Sita Seragam dan Kartu Polisi Palsu dari Basis Penipuan di Indonesia
Polisi Jepang bongkar sindikat penipuan di Indonesia yang memakai seragam polisi palsu, rugikan korban hingga 114 juta yen
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Polisi Tokyo mengungkap seragam dan kartu identitas polisi palsu yang disita dari markas penipuan warga Jepang di Indonesia
- Kelompok beranggotakan 13 warga Jepang itu diduga menyamar sebagai polisi untuk menipu korban lewat telepon dan video call
- Total kerugian diperkirakan mencapai 114 juta yen, termasuk aset kripto milik lansia di Jepang
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Tokyo Metropolitan Police Department mengungkap seragam polisi palsu dan kartu identitas polisi palsu yang disita dari markas penipuan khusus (tokushu sagi) di Indonesia terkait kasus penipuan yang melibatkan 13 warga negara Jepang.
Menurut kepolisian Jepang, kelompok tersebut diduga menjalankan aksi penipuan dengan menyamar sebagai polisi Jepang dan menghubungi korban melalui telepon dari markas mereka di sekitar Jakarta, Indonesia.
Barang bukti yang dipublikasikan polisi pada Selasa (27/5/2026) mencakup seragam polisi palsu lengkap serta buku identitas polisi palsu yang diduga diperlihatkan kepada korban melalui panggilan video untuk meyakinkan mereka.
Penyidik menduga para pelaku menggunakan identitas palsu aparat kepolisian untuk menakut-nakuti korban dan memanipulasi mereka agar menyerahkan uang.
Baca juga: Jepang Dorong FOIP Baru, Indonesia dan Asean Dipandang Mitra Strategis Utama
Menurut pihak kepolisian, 13 pria warga Jepang tersebut diduga melakukan aksi penipuan antara Februari hingga Maret tahun ini. Mereka disebut menipu seorang pria lansia di Jepang dengan berpura-pura sebagai polisi dan berhasil mengambil aset kripto senilai sekitar 9,5 juta yen.
Selain kasus tersebut, polisi juga menduga kelompok itu telah menipu sedikitnya 12 korban lainnya dengan total kerugian mencapai sekitar 114 juta yen.
Kasus “penipuan polisi palsu” belakangan menjadi perhatian serius di Jepang. Modus baru ini memanfaatkan telepon, video call, hingga dokumen palsu untuk membuat korban percaya bahwa mereka sedang berurusan dengan aparat kepolisian sungguhan.
Tokyo Metropolitan Police Department kini terus menyelidiki kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik operasi penipuan internasional tersebut serta hubungan para tersangka dengan kelompok kriminal lain di Asia Tenggara.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com