Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenal Pesawat Pengintai RQ-4 Milik AS yang Ditembak IRGC: Disebut Drone Intelijen Paling Canggih

Iran mengklaim berhasil memaksa mundur pesawat pengintai RQ-4 milik Amerika Serikat dalam insiden terbaru di kawasan Teluk.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Mengenal Pesawat Pengintai RQ-4 Milik AS yang Ditembak IRGC: Disebut Drone Intelijen Paling Canggih
Tribunnews.com/USAF
PESAWAT AS DITEMBAK - Salah satu drone RQ-4A BAMS-D. Iran mengklaim berhasil memaksa mundur pesawat pengintai RQ-4 milik Amerika Serikat dalam insiden terbaru di kawasan Teluk. 
Ringkasan Berita:
  • IRGC mengklaim menembak drone MQ-9 Reaper serta melepaskan tembakan ke arah pesawat pengintai RQ-4 dan jet tempur F-35 milik AS.
  • RQ-4 merupakan drone pengintai strategis berkemampuan terbang jarak jauh dengan teknologi pemantauan dan intelijen canggih.
  • Ketegangan Iran-AS meningkat setelah operasi militer AS di selatan Iran yang disebut menargetkan fasilitas rudal dan aktivitas ranjau laut dekat Bandar Abbas.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilannya menghadang sejumlah aset militer AS di kawasan Teluk pada Selasa (26/5/2026).

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut sistem pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik AS.

Iran juga mengklaim telah melepaskan tembakan ke arah pesawat pengintai RQ-4 dan jet tempur siluman F-35 hingga keduanya dipaksa mundur dari wilayah udara Iran.

Salah satu sorotan utama dalam insiden tersebut adalah keberadaan pesawat pengintai RQ-4, mengutip Al Mayadeen, Jumat (29/5/2026).

Pesawat yang dikenal sebagai salah satu drone intelijen paling canggih milik militer AS.

RQ-4 Global Hawk merupakan pesawat tanpa awak berkemampuan terbang di ketinggian sangat tinggi dengan daya jelajah jarak jauh.

Drone ini dikembangkan untuk misi pengintaian strategis, pengawasan wilayah, dan pengumpulan data intelijen secara real time.

Rekomendasi Untuk Anda

Pesawat tersebut mampu terbang lebih dari 30 jam tanpa henti pada ketinggian sekitar 60 ribu kaki.

Baca juga: Iran Tak Kehabisan Taring, Sistem Arash-e Kamangir Disebut Bisa Lumpuhkan Drone Reaper

Dengan sensor radar dan kamera beresolusi tinggi, RQ-4 dapat memantau pergerakan militer di area luas sekaligus mengirimkan data langsung ke pusat komando.

Misi

RQ-4 Global Hawk merupakan pesawat nirawak berkemampuan terbang di ketinggian tinggi dengan daya tahan operasional yang lama dan dikendalikan dari jarak jauh, mengutip af.mil.

Pesawat ini dibekali sistem sensor terintegrasi yang memungkinkan pengawasan serta pengintaian dalam berbagai kondisi cuaca, baik siang maupun malam.

Misi utama Global Hawk adalah menghadirkan kemampuan intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR) secara luas guna mendukung operasi pasukan gabungan, baik pada masa damai, situasi darurat, maupun saat perang di berbagai wilayah dunia.

Pesawat ini mampu memberikan pemantauan hampir secara real-time melalui dukungan sensor imagery intelligence (IMINT), signal intelligence (SIGINT), serta moving target indicator (MTI) untuk melacak pergerakan target.

Pantau Kawasan Konflik

Militer AS selama ini menggunakan RQ-4 untuk memantau kawasan konflik dan jalur strategis, termasuk wilayah Teluk Persia yang kerap menjadi titik ketegangan antara Washington dan Teheran.

IRGC menegaskan, operasi pertahanan udara itu dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran wilayah udara Iran di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan.

Konfrontasi terbaru terjadi setelah serangan militer AS di wilayah selatan Iran yang diklaim menyasar lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut di dekat Bandar Abbas.

Iran sebelumnya juga mengumumkan keberhasilan sistem pertahanan udara Arash dalam menjatuhkan drone musuh.

Pejabat militer Iran menyebut, keberhasilan tersebut sebagai bukti bahwa wilayah udara Teluk berada di bawah pengawasan penuh Iran.

Komandan Pasukan Darat IRGC di Provinsi Hormozgan, Brigadir Jenderal Mohammad Hadi Sefidchian, menegaskan bahwa keamanan Teluk merupakan “garis merah” bagi Iran di tengah meningkatnya eskalasi dengan AS.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas