Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria WNI Ditangkap atas Dugaan Pembunuhan Wanita Indonesia di Hokkaido

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pria WNI Ditangkap atas Dugaan Pembunuhan Wanita Indonesia di Hokkaido
DNA India
WNI TERSANGKA PEMBUNUHAN - Kepolisian Jepang menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) atas dugaan pembunuhan terhadap sesama WNI di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido. Menurut keterangan Kepolisian Chitose yang diumumkan, Jumat (5/6/2026), tersangka bernama Mahamudi Agung Laksana Aji (27), seorang pekerja paruh waktu berkewarganegaraan Indonesia yang berdomisili di Prefektur Chiba 

Ringkasan Berita:
  • WNI bernama Sri Rahayu (21) tewas setelah ditikam beberapa kali oleh sesama WNI, Mahamudi Agung Laksana Aji (27), di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang 
  • Tersangka mengaku menusuk korban dengan maksud membunuh 
  • Polisi menduga keduanya saling mengenal dan masih menyelidiki motif kasus tersebut

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kepolisian Jepang menangkap seorang warga negara Indonesia (WNI) atas dugaan pembunuhan terhadap sesama WNI di Kota Chitose, Prefektur Hokkaido.

Menurut keterangan Kepolisian Chitose yang diumumkan pada Jumat (5/6/2026), tersangka bernama Mahamudi Agung Laksana Aji (27), seorang pekerja paruh waktu berkewarganegaraan Indonesia yang berdomisili di Prefektur Chiba.

Mahamudi ditangkap dengan tuduhan percobaan pembunuhan setelah diduga menikam Sri Rahayu (21), seorang WNI, beberapa kali di bagian perut menggunakan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi di sebuah jalan di kawasan Shinano 1-chome, Kota Chitose, Hokkaido, pada Rabu (4/6/2026) sekitar pukul 21.10 waktu setempat.

Baca juga: Ibaraki Jadi Kantong Pekerja Asing Ilegal Terbesar di Jepang, Empat Tahun Berturut-turut

Rekomendasi Untuk Anda

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya.

"Saya menikamnya dengan maksud membunuh," kata Mahamudi kepada penyidik.

Selain korban, seorang anggota polisi dan seorang pria yang berusaha menghentikan aksi tersangka juga mengalami luka-luka.

Namun, keduanya dilaporkan dalam kondisi sadar dan tidak mengalami cedera yang mengancam jiwa.

"Benar, ada anggota polisi yang mengalami luka akibat berusaha menghentikan tersangka," ujar sumber Tribunnews.com di Jepang.

Pihak kepolisian menduga tersangka dan korban saling mengenal. Hingga kini penyidik masih mendalami motif di balik insiden tersebut serta hubungan antara keduanya.

Lokasi kejadian berada sekitar dua kilometer di sebelah barat laut Stasiun Chitose.

Karena korban telah meninggal dunia, kepolisian Jepang diperkirakan akan mengubah status perkara dari percobaan pembunuhan menjadi pembunuhan setelah penyelidikan lebih lanjut selesai dilakukan.

Kasus ini menambah daftar tindak pidana serius yang melibatkan sesama warga negara Indonesia di Jepang dan menjadi perhatian aparat penegak hukum setempat.

Diskusi  beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

 

 

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas