Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putin Sebut Perang Iran Alihkan Perhatian AS dari Ukraina, Tegaskan Rusia Siap Bantu Teheran

Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Putin Sebut Perang Iran Alihkan Perhatian AS dari Ukraina, Tegaskan Rusia Siap Bantu Teheran
Kremlin.ru
PERANG IRAN - Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab pertanyaan dari perwakilan media massa di hari terakhir kunjungannya di Tajikistan, 10 Oktober 2025. Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah.
  • Putin memuji persatuan dan ketahanan rakyat Iran selama konflik.
  • Ia mengatakan bahwa kepentingan mereka harus diperhitungkan dalam setiap penyelesaian di masa depan.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan konflik di sekitar Iran telah menjadi krisis global yang mengalihkan perhatian Amerika Serikat (AS) dari Ukraina.

Dalam pertemuan dengan perwakilan kantor berita global di St. Petersburg, Putin menyatakan harapan bahwa upaya diplomatik pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian di Timur Tengah.

"Krisis di Ukraina bersifat lokal, sedangkan di sekitar Iran bersifat global," kata Putin, Kamis (4/6/2026), dilansir Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa AS "terpaksa menangani terutama masalah ini."

Putin memuji persatuan dan ketahanan rakyat Iran selama konflik, dan mengatakan bahwa kepentingan mereka harus diperhitungkan dalam setiap penyelesaian di masa depan.

Pemimpin Rusia tersebut menyatakan harapan bahwa upaya Presiden AS Donald Trump dan kebijakan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akan membantu membuka jalan bagi kompromi.

"Kami berharap pencarian ini akan berakhir dengan hasil yang positif, bahwa konflik akan dihentikan dan diselesaikan," kata Putin.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika ada sesuatu yang bergantung pada Rusia, kami selalu siap untuk membantu," lanjutnya.

Pemimpin Rusia menegaskan kembali dukungan Moskow untuk solusi diplomatik atas kekhawatiran seputar program nuklir Iran, dengan menyarankan bahwa uranium Iran yang diperkaya dapat diencerkan dan digunakan untuk tujuan nuklir damai di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Uranium ini di masa depan dapat diencerkan dan digunakan untuk program atom damai di Iran di bawah kendali komunitas internasional dan IAEA," katanya.

Baca juga: Dukung Sekutu, Iran Siap Luncurkan Rudal usai Israel Ancam Serang Beirut, Beri Peringatan ke Zionis

Putin menggambarkan Iran sebagai negara sahabat yang dengannya Rusia menjalin hubungan dekat dan saling percaya, sambil menolak anggapan bahwa Moskow mendapat keuntungan dari konflik tersebut melalui kenaikan harga energi.

"Ya, harga memang naik, dan perusahaan-perusahaan kami mendapat keuntungan sampai batas tertentu, tetapi ini bersifat sementara dan jangka pendek," kata Putin.

"Kepentingan kami adalah agar konflik dihentikan secepat mungkin," jelasnya.

Putin mengatakan Rusia tetap menjalin kontak dengan semua pihak yang terlibat dan siap membantu upaya yang bertujuan untuk mencapai penyelesaian yang langgeng.

Ia juga mencatat bahwa Moskow sebelumnya telah mendesak Teheran untuk menahan diri dari tindakan militer terhadap negara-negara Arab, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

Presiden Rusia juga mengatakan bahwa krisis yang sedang berlangsung telah menutupi, tetapi tidak menyelesaikan, masalah Palestina.

"Dengan latar belakang peristiwa di sekitar Iran dan Selat Hormuz, tragedi Palestina seolah terlupakan, tetapi sebenarnya tidak hilang begitu saja," katanya.

Uranium Jadi Isu Utama Pembicaraan AS-Iran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan nasib cadangan uranium yang sangat diperkaya milik Iran menjadi pusat pembicaraan antara Washington dengan Teheran.

Namun, hingga kini, Iran belum menyetujui kesepakatan damai dengan AS.

Sebab, AS bersikeras bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir.

Iran juga harus setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz agar perjanjian perdamaian dapat terlaksana.

“Saya rasa sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu telah dijelaskan dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini,” kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR, Rabu (3/6/2026), dilansir Al Arabiya.

Baca juga: Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Begini Respons Teheran

TRUMP TERTIDUR - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump menggelar rapat kabinet pada 2 Desember 2025. Menlu Marco Rubio berada di sebelahnya memberikan pengarahan.
TRUMP TERTIDUR - Tangkap layar YouTube The White House memperlihatkan Presiden AS Donald Trump menggelar rapat kabinet pada 2 Desember 2025. Menlu Marco Rubio berada di sebelahnya memberikan pengarahan. (Tangkap layar YouTube The White House)

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan berdasarkan kesepakatan yang sedang dibahas dengan Iran, "kita akan mendapatkan" persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran.

Namun, Trump menambahkan bahwa ia ingin memisahkan perang Lebanon dari pembicaraan kesepakatan nuklir.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran dapat membuahkan hasil pada akhir pekan mendatang dan berjalan "dengan sangat baik."

“Saya dengar negosiasi itu sendiri berjalan sangat baik,” kata Trump kepada wartawan, seraya menambahkan tentang potensi kesepakatan: “Itu bisa terjadi, selama akhir pekan.”

Mengenai perang Lebanon, Trump mengatakan dia ingin memisahkan pembicaraan tentang perang antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun Teheran bersikeras bahwa konflik-konflik tersebut saling terkait.

“Saya ingin memisahkannya, saya ingin memiliki hal yang terpisah, karena memang itu terpisah,” kata Presiden AS.

Trump Tak Beri Jangka Waktu Akhiri Perang Iran

Trump tetap tidak memberikan kepastian mengenai jangka waktu penyelesaian konflik Iran, dengan mengatakan bahwa Selat Hormuz mungkin akan tetap diblokir hingga libur Hari Buruh pada 7 September 2026.

Trump bersikeras agar Iran menghentikan segala upaya yang dapat mengarah pada senjata nuklir dan agar selat tersebut dibuka kembali untuk pengiriman minyak dan gas alam.

“Saya tidak tahu. Maksud saya, saya pikir mungkin saja (ditutup hingga Hari Buruh), tetapi saya rasa itu tidak mungkin. Saya pikir kita akan tetap bisa mengatasinya. Saya pikir ini akan terselesaikan dengan cukup cepat,” kata Trump, seperti diberitakan AP News.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk pertama kalinya menyetujui resolusi kewenangan perang yang akan menghentikan aksi militer AS terhadap Iran, menentang Trump karena sejumlah kecil anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat untuk mengakhiri konflik tersebut.

Hasil pemungutan suara pada hari Rabu adalah 215-208, tetapi langkah selanjutnya masih belum pasti.

Trump kemungkinan akan menolak setiap langkah dari Kongres untuk membatasi wewenangnya sebagai panglima tertinggi.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas