Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Murka, Pecat Wakil Bos Mossad Gegara Gagal Jalankan 'Misi Rahasia' Gulingkan Rezim Iran

Netanyahu dikabarkan pecat wakil bos Mossad usai operasi rahasia Rp5 triliun untuk mengguncang rezim Iran disebut gagal total.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Israel dikabarkan memecat wakil kepala Mossad setelah operasi rahasia bernilai Rp5 triliun untuk melemahkan pemerintahan Iran disebut gagal total.
  • Direktur baru Mossad, Roman Gofman, mengambil langkah tegas usai misi yang melibatkan ratusan agen intelijen itu dinilai gagal mengguncang rezim Teheran.
  • Pemecatan pejabat tinggi Mossad memperlihatkan panasnya perang bayangan Israel-Iran yang melibatkan operasi intelijen, sabotase, hingga konflik proksi di Timur Tengah.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintahan Israel dibawah pimpinan PM Benjamin Netanyahu, dikabarkan memecat wakil kepala Badan intelijen Mossad setelah lebih dari dua dekade bertugas.

Laporan tersebut pertama kali diungkap media Israel Channel 12 yang mengutip dua sumber anonim dari lingkungan intelijen Israel.

Menurut laporan itu, wakil kepala Mossad yang namanya tidak disebutkan tersebut memimpin sebuah proyek besar yang diluncurkan sekitar satu tahun lalu dengan anggaran mencapai satu miliar shekel atau sekitar 344 juta dolar AS.

Operasi itu melibatkan ratusan personel intelijen dan disebut menjadi salah satu misi strategis Israel untuk melemahkan pengaruh serta kepemimpinan Iran di kawasan Timur Tengah.

Meski detail operasinya tidak dibuka secara resmi, sumber intelijen Israel menyebut proyek tersebut dirancang untuk membantu menciptakan tekanan internal terhadap pemerintahan Iran.

Termasuk kemungkinan memicu ketidakstabilan politik dan melemahkan pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun setelah satu tahun operasi rahasia dijalankan, Mossad justru dianggap gagal total karena misi utama yang dijalankan tidak berhasil mencapai target strategis yang telah dirancang sejak awal, yakni menggoyahkan hingga melemahkan pemerintahan Iran.

Pada kenyataannya, pemerintahan Iran tetap bertahan dan tidak menunjukkan tanda-tanda runtuh seperti yang diharapkan Israel.

Bahkan di tengah konflik yang terus memanas dengan Israel, Iran justru masih mampu mempertahankan stabilitas pemerintahannya serta tetap menjalankan program militer dan nuklirnya.

Direktur Baru Mossad Ambil Langkah Tegas

Kegagalan operasi rahasia terhadap Iran diduga memicu evaluasi internal besar-besaran di tubuh badan intelijen Israel, Mossad

Situasi itu kemudian mendorong pimpinan baru Mossad mengambil langkah tegas dengan mencopot wakil kepala lembaga tersebut, karena gagal melemahkan pemerintahan Iran.

Baca juga: Bukan Pertama Kali Terjadi, Trump-Netanyahu Kini Berselisih Paham soal Serangan ke Iran dan Lebanon

Selain dianggap gagal mencapai tujuan, operasi tersebut juga dinilai berisiko memperburuk posisi Israel di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, terutama dengan Iran dan kelompok sekutunya seperti Hizbullah di Lebanon serta Hamas di Gaza.

Laporan media Israel menyebut Direktur Mossad yang baru diangkat, Roman Gofman, akhirnya memerintahkan langsung pemecatan wakil kepala badan intelijen tersebut pada Jumat lalu.

Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui siapa sosok yang akan menggantikan wakil kepala Mossad yang dipecat tersebut maupun bagaimana dampak internal keputusan itu terhadap operasi intelijen Israel berikutnya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas nama Mossad, pergantian pejabat tersebut disebut sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan setelah penunjukan Roman Gofman sebagai direktur baru.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas