Militer AS Dihantam Dua Insiden: Apache Jatuh dan Navy SEAL Tewas Ditembak di Kapal Induk
Seorang anggota pasukan elite Navy SEAL tewas dalam penembakan di atas kapal induk USS John F. Kennedy.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Militer AS Dihantam Dua Insiden: Apache Jatuh dan Navy SEAL Tewas Ditembak di Kapal Induk
Ringkasan Berita:
- Helikopter serang AH-64 Apache AS jatuh di dekat Selat Hormuz, sementara penyebabnya masih diselidiki.
- Seorang anggota Navy SEAL tewas dalam penembakan di atas kapal induk USS John F. Kennedy dan seorang pelaut ditahan.
- Kedua insiden terjadi hampir bersamaan dan menjadi pukulan bagi militer AS karena melibatkan aset strategis dan personel elite.
TRIBUNNEWS.COM - Militer Amerika Serikat (AS) mengalami dua insiden serius dalam waktu hampir bersamaan.
Sebuah helikopter serang AH-64 Apache dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz, sementara seorang anggota pasukan elite Navy SEAL tewas dalam penembakan di atas kapal induk USS John F. Kennedy.
Dua peristiwa tersebut menjadi sorotan karena melibatkan aset dan personel strategis militer AS.
Baca juga: Panik Balon Mata-Mata China, Militer AS Tembak Balon Pramuka Pakai Rudal Rp 8,1 M
Selain terjadi di tengah meningkatnya tensi keamanan global, kedua kasus itu juga masih menyisakan banyak pertanyaan yang kini sedang diselidiki otoritas Amerika.
Menurut laporan The New York Times, helikopter Apache Angkatan Darat AS jatuh pada Senin (8/6/2026) di dekat Selat Hormuz.
Dua pilot yang berada di dalamnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi dengan selamat.
Hingga kini penyebab kecelakaan belum diketahui.
Salah satu sumber menyebutkan penyelidik masih mencari kepastian apakah helikopter tersebut ditembak oleh pihak Iran atau mengalami kerusakan mekanis maupun gangguan teknis lainnya.
Presiden AS Donald Trump memastikan kedua pilot selamat, sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan keterangan resmi.
Insiden ini terjadi di tengah situasi Timur Tengah yang masih bergejolak. Setelah beberapa hari saling melancarkan serangan, Israel dan Iran kembali mengumumkan gencatan senjata.
Ketegangan tersebut merupakan kelanjutan dari konflik yang berkembang sejak kesepakatan gencatan senjata pada April lalu.
Selat Hormuz sendiri menjadi kawasan yang sangat strategis bagi perdagangan energi dunia.
Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat mengerahkan berbagai aset tempur di wilayah tersebut, termasuk helikopter Apache, drone MQ-9 Reaper, serta jet tempur F/A-18 dan F-35 untuk mendukung operasi militer dan pengamanan jalur laut.
AH-64 Apache merupakan salah satu helikopter serang andalan militer AS.