Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gencatan Senjata Rapuh Iran-Israel, Timur Tengah di Persimpangan Perang Besar

AS mengancam kalau Israel akan berperang sendirian melawan Iran apabila konflik berubah menjadi besar yang membakar kawasan Timur Tengah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Gencatan Senjata Rapuh Iran-Israel, Timur Tengah di Persimpangan Perang Besar
AFP/Nur Photo
Bendera Iran dan Israel. 

Gencatan Senjata Rapuh Iran-Israel, Timur Tengah di Persimpangan Perang Besar

Ringkasan Berita:
  • Iran dan Israel untuk sementara menghentikan aksi saling serang, namun kedua pihak menegaskan operasi militer dapat kembali dilakukan jika ada provokasi baru.
  • Amerika Serikat, melalui Presiden Donald Trump, disebut menekan Israel agar tidak memperluas konflik, demi mencegah perang regional berskala penuh.
  • Meski ketegangan Iran-Israel mereda, situasi di Lebanon, Gaza, dan Laut Merah masih memanas, sehingga stabilitas Timur Tengah tetap rentan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran dan Israel untuk sementara menghentikan aksi saling serang setelah mengalami eskalasi paling serius sejak tercapainya gencatan senjata pada April 2026.

Meski demikian, kedua negara mengingatkan bahwa serangan balasan dapat kembali terjadi sewaktu-waktu apabila salah satu pihak melanjutkan operasi militernya.

Baca juga: Medan Perang Lebanon: Antara Israel Raya dan Gali Kuburan Sendiri dengan Mengacau Negosiasi Iran-AS

Perkembangan ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah masih jauh dari stabil.

Konflik tidak hanya melibatkan Iran dan Israel, tetapi juga terkait dengan perang di Gaza, ketegangan di Lebanon, aktivitas kelompok Houthi di Yaman, hingga kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan.

Gencatan Senjata yang Masih Rapuh

Rekomendasi Untuk Anda

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa operasi militernya merupakan langkah untuk mencegah ancaman nuklir dari Iran.

Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan Teheran memiliki senjata nuklir dan memperingatkan bahwa serangan dapat kembali dilakukan apabila Iran menyerang lagi.

Sementara itu, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai dan menyatakan bahwa penghentian operasi militer hanya bersifat sementara.

Teheran memperingatkan bahwa serangan akan dilanjutkan jika Israel terus melakukan operasi di Lebanon atau wilayah lain yang dianggap mengancam kepentingannya.

Situasi ini menggambarkan bahwa gencatan senjata yang ada lebih merupakan jeda taktis daripada penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Peran Amerika Serikat dan Tekanan terhadap Israel

Amerika Serikat menjadi salah satu aktor utama yang berupaya mencegah perang lebih luas.

Presiden Donald Trump dilaporkan telah berbicara langsung dengan Benjamin Netanyahu dan mengingatkan bahwa Israel dapat menghadapi Iran sendirian apabila konflik berubah menjadi perang besar.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas