Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kabar Baik bagi Pecinta Kucing, Jepang Kembangkan Obat Gagal Ginjal yang Efektif

Jepang sedang memproses persetujuan obat baru berbasis protein AIM untuk mengobati penyakit ginjal pada kucing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Kabar Baik bagi Pecinta Kucing, Jepang Kembangkan Obat Gagal Ginjal yang Efektif
Pexels
OBAT UNTUK KUCING - Foto ilustrasi kucing yang diambil dari Pexels pada 26 Maret 2025. Jepang sedang memproses persetujuan obat baru berbasis protein AIM untuk mengobati penyakit ginjal pada kucing. 
Ringkasan Berita:
  • Jepang sedang memproses persetujuan obat baru berbasis protein AIM untuk mengobati penyakit ginjal pada kucing
  • Dalam uji klinis, obat tersebut menunjukkan hasil menjanjikan karena tidak ada kucing peserta yang meninggal dalam enam bulan hingga satu tahun setelah pengobatan. 
  • Jika disetujui, obat ini dapat menjadi harapan besar bagi jutaan kucing penderita penyakit ginjal dan membuka jalan bagi terapi serupa pada manusia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah obat untuk mengobati penyakit ginjal pada kucing telah memasuki tahap akhir sebelum dapat digunakan secara luas di Jepang.

Mengutip Japan Times, permohonan persetujuan produksi dan penjualan obat tersebut telah diajukan ke Kementerian Pertanian Jepang pada bulan April, sehingga muncul harapan bahwa obat itu dapat disetujui paling cepat tahun ini.

Didukung oleh banyak pemilik kucing, Presiden dan Direktur Institute for AIM Medicine yang berbasis di Tokyo, Toru Miyazaki, yang memimpin pengembangan obat tersebut, mengatakan bahwa ia berharap obat itu dapat dipasarkan “sesegera mungkin”.

Ia juga menyampaikan harapannya untuk segera memulai uji klinis pengobatan penyakit ginjal pada manusia.

Obat untuk kucing ini dikembangkan dengan berfokus pada apoptosis inhibitor of macrophage (AIM), yaitu jenis protein yang terdapat dalam darah dan membantu membersihkan limbah di dalam tubuh.

Berbeda dengan manusia dan anjing, protein tersebut tidak bekerja dengan baik pada kucing. Akibatnya, banyak kucing meninggal karena penyakit ginjal karena organ penyaring limbah tersebut rentan menumpuk racun.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam uji klinisnya, lembaga tersebut menyuntikkan obat yang mengandung AIM yang berfungsi normal kepada kucing yang menderita penyakit ginjal kronis stadium hampir terminal. Total enam suntikan diberikan melalui infus setiap dua minggu sekali.

Baca juga: Benarkan Jilatan dan Gigitan Kucing Bisa Membatalkan Salat?

Tanpa pengobatan tersebut, sekitar setengah dari kucing dengan kondisi serupa biasanya meninggal dalam waktu enam bulan, dan sekitar 80 persen meninggal dalam waktu satu tahun.

Namun, selama uji klinis, tidak ada satu pun kucing yang meninggal dalam enam bulan setelah menerima pengobatan. Miyazaki mengatakan bahwa hasil yang sama juga terlihat setelah satu tahun, sehingga menunjukkan efek yang sangat signifikan dari terapi tersebut.

Karena obat berbasis protein memiliki biaya produksi yang mahal, Miyazaki berharap dapat menekan biaya tenaga kerja melalui struktur pengembangan berskala kecil agar harga obat tetap terjangkau. Ia memperkirakan enam kali suntikan obat AIM akan menelan biaya sekitar 100.000 hingga 150.000 yen.

Jika efektivitas dan keamanan obat tersebut dikonfirmasi melalui proses evaluasi kementerian, maka obat itu dapat diproduksi dan dijual secara resmi.

Meskipun proses peninjauan banyak obat biasanya memakan waktu lebih dari satu tahun, kementerian berupaya mempercepat persetujuan bagi obat-obatan yang sangat inovatif atau sangat dibutuhkan.

Menurut Miyazaki, lembaganya telah berkonsultasi dengan kementerian sebelum uji klinis dilakukan. “Kami berharap mendapatkan persetujuan tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, seekor kucing milik Yoshiaki Tamura sedang menjalani perawatan akibat gagal ginjal. Tamura meluncurkan petisi daring bulan lalu untuk mendukung persetujuan obat penyakit ginjal bagi kucing tersebut.

Banyak pemilik kucing kini menantikan penerapan obat ini dalam praktik nyata.

Tamura, warga Kota Takarazuka di Prefektur Hyogo yang memiliki kucing dengan gagal ginjal, meluncurkan petisi daring tersebut bulan lalu. Dalam waktu satu bulan, petisi itu telah memperoleh lebih dari 26.000 tanda tangan.

Menurut Tamura, obat ini memberikan “harapan yang sangat besar”.

Untuk pengobatan penyakit ginjal pada manusia, obat AIM eksperimental diperkirakan akan selesai dikembangkan tahun ini. Jika seluruh proses berjalan lancar, obat tersebut diperkirakan dapat digunakan secara luas dalam tiga hingga empat tahun mendatang, menurut Miyazaki.

(*)

 

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas