Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Menteri Pertahanan Inggris Mundur, Kritik Anggaran Militer yang Dinilai Tak Cukup

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengundurkan diri setelah menilai anggaran militer pemerintah tak cukup untuk menghadapi meningkatnya ancaman.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Menteri Pertahanan Inggris Mundur, Kritik Anggaran Militer yang Dinilai Tak Cukup
Instagram @johnhealeymp
MILITER DAN PERTAHANAN - John Healey saat memimpin diskusi mendesak antar negara anggota Pasukan Ekspedisi Gabungan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan menghadapi ancaman Rusia yang semakin meningkat, 28 April 2026. John Healey mengundurkan diri setelah menilai anggaran militer pemerintah tak cukup untuk menghadapi meningkatnya ancaman. (Instagram @johnhealeymp) 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengundurkan diri setelah menilai anggaran militer pemerintah tidak cukup untuk menghadapi meningkatnya ancaman. 
  • Wakil menteri pertahanan dan seorang pejabat lainnya juga mundur karena kekhawatiran serupa terkait pendanaan pertahanan. 
  • Perdana Menteri Keir Starmer menunjuk Dan Jarvis sebagai pengganti untuk menyusun rencana pendanaan militer baru.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengundurkan diri pada Kamis setelah mengkritik pemerintahnya karena mengalokasikan dana militer yang menurutnya “jauh di bawah” kebutuhan sebenarnya.

Mengutip UPI, Healey menyampaikan pengunduran dirinya melalui surat kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dipublikasikan di platform X.

Ia mengatakan rencana investasi pertahanan Inggris tidak memenuhi kebutuhan dan dapat “mengurangi kesiapan pasukan Inggris”.

Beberapa jam setelah pengunduran diri Healey, wakil menteri pertahanan Al Carns juga mengundurkan diri.

Ia menyatakan keprihatinan terhadap tingkat investasi pertahanan yang menurutnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan militer.

Setelah Healey mundur, Starmer mengatakan bahwa ia bangga dengan catatan pemerintahannya dalam pendanaan pertahanan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga meyakini rencana pendanaan yang telah disepakati antara parlemen dan kementerian pertahanan akan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan militer Inggris untuk menjaga keamanan negara.

Baca juga: China Dituduh Pasang Alat Pelacak di Mobil Dinas Perdana Menteri Inggris

Krisis Politik dan Perdebatan Anggaran Pertahanan

Dalam beberapa minggu terakhir, Starmer menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri setelah hasil pemilu yang kurang memuaskan.

Healey menjadi anggota kabinet kedua yang mundur dalam waktu dekat setelah mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting meninggalkan jabatannya karena mengatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Starmer.

Selain Healey dan Carns, asisten parlemen Starmer untuk Kementerian Pertahanan juga meninggalkan posisinya karena masalah “penundaan dan kesulitan” dalam mendanai target kesiapan militer Inggris.

Dalam surat pengunduran dirinya, Healey menulis bahwa pemerintah mulai bekerja dengan kesadaran bahwa Inggris menghadapi era ancaman baru yang membutuhkan pendekatan pertahanan baru.

“Sejak saat itu, Anda tidak mampu, dan Kementerian Keuangan tidak bersedia, memberikan sumber daya yang dibutuhkan negara untuk mempertahankan diri dalam kondisi meningkatnya ancaman,” tulis Healey.

Pemerintah Tunjuk Menteri Pertahanan Baru

Pada Kamis, Starmer menunjuk mantan Menteri Keamanan Dan Jarvis sebagai Menteri Pertahanan baru.

Tugas utama Jarvis adalah menyelesaikan rencana pendanaan pertahanan baru yang dilaporkan hanya sekitar setengah dari permintaan kementerian sebelumnya, yaitu sekitar 37 juta dolar AS.

Dalam tinjauan strategi pertahanan terbaru Inggris, pemerintah telah menetapkan sejumlah target, termasuk meningkatkan stok amunisi, mengembangkan pesawat tempur generasi baru, memperbanyak drone, serta memperbarui armada kapal selam.

(*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas