Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Tentara Lebanon Dikabarkan Mundur dari Kfar Tebnit seusai Israel Beri Peringatan

Pergerakan pasukan Israel di kawasan Lebanon Selatan ini diyakini sebagai taktik militer untuk merebut dan menguasai Bukit Ali Taher.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
zoom-in Tentara Lebanon Dikabarkan Mundur dari Kfar Tebnit seusai Israel Beri Peringatan
khaberni/tangkap layar
ILUSTRASI TENTARA ISRAEL - Personel Tentara Israel (IDF) dari Batalyon Tank Tempur di Jalur Gaza. Israel menyatakan bersiap mencaplok Gaza dan menduduki wilayah Kantung Palestina itu selama Hamas tidak membebaskan sandera dan melepaskan kendali atas Jalur Gaza.Tentara Lebanon dilaporkan telah menarik pasukannya dari kawasan Lebanon selatan tepatnya di wilayah pangkalan militer di Desa Kfar Tebnit pada hari Sabtu (13/6/20260. Seorang pejabat militer senior Lebanon yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi kepada The Associated Press bahwa pergeseran pasukan dari barak militer tersebut terpaksa dilakukan menyusul pergerakan masuknya pasukan Israel ke wilayah itu. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Tentara Lebanon terpaksa mundur dari pangkalan militer di Kfar Tebnit akibat pergerakan masuk pasukan Israel dan adanya peringatan evakuasi di kawasan tersebut.
  • Militer Israel sendiri dikabarkan terus bermanuver untuk merebut Bukit Ali Taher, lokasi strategis yang memberikan pandangan dan kendali luas atas Kota Nabatiyeh.
  • Konflik yang terus berlanjut sejak awal Maret ini dikabarkan telah menewaskan lebih dari 3.700 orang di Lebanon dan menelan puluhan korban jiwa di pihak Israel.

 

TRIBUNNEWS.COM - Tentara Lebanon dilaporkan telah menarik pasukannya dari kawasan Lebanon selatan tepatnya di wilayah pangkalan militer di Desa Kfar Tebnit pada hari Sabtu (13/6/20260.

Seorang pejabat militer senior Lebanon yang enggan disebutkan namanya mengonfirmasi kepada The Associated Press bahwa pergeseran pasukan dari barak militer tersebut terpaksa dilakukan menyusul pergerakan masuknya pasukan Israel ke wilayah itu.

Dalam waktu yang bersamaan, militer Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi darurat untuk sekitar 20 lokasi, yang mencakup Kota Nabatiyeh serta sejumlah desa tetangganya.

Agresi Israel ke Lebanon

Kondisi di Lebanon sendiri dilaporkan terus memanas setelah militer Israel terus merangsek. 

Kantor Berita Nasional Lebanon mencatat adanya rentetan serangan udara pada hari Sabtu yang menyasar berbagai desa di sekitar Nabatiyeh.

Salah satu serangan mematikan terjadi di wilayah Deir al-Zahrani di mana dua warga setempat ikut jadi korban jiwa. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Kota Nabatiyeh sendiri turut dihujani tembakan artileri Israel di hari yang sama.

Pergerakan pasukan Israel di kawasan Lebanon Selatan ini diyakini sebagai taktik militer untuk merebut dan menguasai Bukit Ali Taher.

Bukit yang berada di pinggiran Kfar Tebnit ini merupakan titik strategis karena posisinya yang tinggi memberikan pandangan luas ke hampir seluruh kawasan Nabatiyeh serta jalur-jalur utama antardesa.

Baca juga: Netanyahu Bujuk Warga Lebanon Gabung Israel Lawan Hizbullah, Perdamaian Jadi Alasan

Sebagai catatan sejarah, militer Israel sebelumnya pernah menduduki Bukit Ali Taher selama 18 tahun hingga pada akhirnya menarik diri dari wilayah Lebanon pada Mei 2000 lalu.

Manuver ini melengkapi operasi militer Israel sebelumnya pada akhir Mei tahun ini, di mana mereka telah merebut pegunungan strategis di dekatnya yang menjadi lokasi peninggalan Kastil Beaufort.

Operasi tersebut tercatat sebagai agresi terdalam Israel ke wilayah Lebanon sejak tahun 2000.

Sinyal Gencatan Senjata

Meskipun eskalasi darat terus berlanjut, agresi Israel di Lebanon ini dikabarkan akan segera berhenti berkat upaya diplomasi internasional. 

Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran kini telah menyepakati rumusan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah termasuk di Lebanon

Saat ini, para mediator tengah bekerja keras bersama kedua belah pihak guna merampungkan draf kesepakatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya kepada stasiun televisi pemerintah pada hari Jumat (12/6/2026) menegaskan bahwa kedua pihak terus berupaya menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di semua front, termasuk Lebanon.

Pernyataan ini sejalan dengan penuturan Pejabat Senior Hizbullah, Hussein Haj Hassan, kepada stasiun televisi Al Jazeera.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat kepastian dari para pejabat Iran bahwa Lebanon akan dimasukkan ke dalam kerangka kesepakatan gencatan senjata di masa depan antara Amerika Serikat dan Iran.

Selama ini, Iran dikenal secara luas sebagai penyokong utama kelompok Hizbullah.

Selama empat dekade terakhir, Teheran telah memasok berbagai jenis persenjataan dan mengucurkan dana dalam jumlah besar hingga mencapai miliaran dolar AS 

Baca juga: Laporan Anyar Amnesty Internasional: Israel Gencarkan Pembersihan Etnis di Tepi Barat Palestina

Jumlah Korban Jiwa di Lebanon

Meski sempat ada perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 17 April dan telah diperpanjang beberapa kali, status tersebut kini nyaris hanya menjadi formalitas di atas kertas.

Aksi saling serang antara militer Israel dan kelompok Hizbullah nyatanya terus berlanjut.

Babak terbaru peperangan antara Israel dan Hizbullah ini bermula pada 2 Maret lalu.

Kala itu, Hizbullah menembakkan roket ke wilayah utara Israel hanya berselang dua hari setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.

Rentetan konflik ini telah menimbulkan kerugian nyawa yang luar biasa besar.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 3.700 orang telah tewas di wilayah Lebanon akibat pertempuran terbaru ini.

Sementara itu, menurut laporan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebanyak 30 tentara Israel dan satu kontraktor pertahanan tewas di wilayah selatan Lebanon maupun di sekitarnya, ditambah dua warga sipil yang tewas di kawasan utara Israel.

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas