Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Eropa Siap Cabut Sanksi Iran, Dunia Sambut Damai Bersejarah AS-Iran

Eropa siap cabut sanksi Iran usai damai AS–Iran tercapai. Dunia sambut positif, harga minyak turun, dan harapan stabilitas global mulai terbuka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia siap mencabut sanksi terhadap Iran, dengan syarat Iran mematuhi komitmen program nuklir dan pengawasan IAEA.
  • Kesepakatan damai ini juga mendapat dukungan dunia internasional, termasuk PBB dan Jepang, karena dinilai membuka peluang stabilitas kawasan, khususnya terkait pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur energi global yang vital.
  • Ekonom menilai kesepakatan ini berpotensi menekan inflasi global dan memperkuat stabilitas ekonomi internasional.

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menyatakan kesiapan untuk mencabut sanksi terhadap Iran, Senin (15/6/2026).

Keputusan ini diumumkan setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang mengakhiri konflik bersenjata selama lebih dari tiga bulan di Timur Tengah.

Keempat negara yang dikenal sebagai kelompok E4 tersebut menilai perjanjian damai ini sebagai “momen peluang” untuk memulihkan stabilitas kawasan sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi global yang sempat terguncang akibat perang.

Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang juga berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi. Penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara Eropa menegaskan bahwa pencabutan sanksi hanya akan dilakukan jika Iran menjalankan komitmennya, terutama terkait pembatasan program nuklir.

Kelompok E4 menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Mereka juga menyatakan kesiapan bekerja sama dengan Amerika Serikat, Iran, dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan.

Selat Hormuz Jadi Fokus Utama

Selain isu nuklir, mengutip Reuters, E4 juga menyoroti pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. Jalur pelayaran strategis tersebut sempat terganggu selama konflik dan berdampak pada pasokan energi global.

Rekomendasi Untuk Anda

Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menilai kebebasan navigasi di Selat Hormuz sangat penting untuk menjaga stabilitas perdagangan dunia, terutama sektor minyak dan gas.

Baca juga: Israel Panik AS-Iran Mau Damai, Khawatir Teheran Makin Kuat usai Perang

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut kesepakatan damai ini sebagai langkah maju yang sangat penting dalam mengakhiri perang dan membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang.

Sementara itu, sejumlah pemimpin dunia lainnya juga menyambut positif perjanjian tersebut. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyebut kesepakatan ini sebagai langkah penting menuju penyelesaian konflik secara damai.

Dari kawasan Asia, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menegaskan pentingnya implementasi perjanjian ini, terutama terkait jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.

Dampak Ekonomi Global Mulai Terasa

Meski pengamat menilai implementasi kesepakatan masih menjadi tantangan utama, terutama dalam memastikan Iran menjalankan komitmennya terkait program nuklir dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Namun Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mulai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian global. Salah satunya pasar energi dunia yang memberikan respon cepat dengan penurunan harga minyak internasional secara signifikan.

Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan turun sekitar 4 persen menjadi 83 dolar Amerika Serikat per barel. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga melemah 4,8 persen ke level 80,8 dolar AS per barel pada perdagangan Senin pagi.

Penurunan ini mencerminkan meningkatnya optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan energi global, seiring meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sebelumnya sempat mengganggu distribusi minyak dunia.

Lebih lanjut para ekonom menilai kesepakatan damai ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap pemulihan stabilitas ekonomi dunia. Salah satu dampak utama yang diperkirakan terjadi adalah penurunan tekanan inflasi global akibat membaiknya pasokan energi.

Gubernur kehormatan Bank Sentral Prancis, Christian Noyer, menyebut bahwa berakhirnya konflik dapat membantu menurunkan inflasi secara signifikan di berbagai negara.

Menurutnya, stabilitas harga energi akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan konsumen serta memberi ruang lebih luas bagi bank sentral di berbagai negara untuk menentukan kebijakan moneter yang lebih stabil dan terukur.

Dengan tercapainya kesepakatan damai AS–Iran, komunitas internasional kini menaruh harapan besar pada implementasi penuh perjanjian tersebut. 

Stabilitas di kawasan Timur Tengah dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan ekonomi global ke depan.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas