Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Matahari Sudah Kehilangan Kobaran Api Sejak Abad ke-17

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan memprediksi jika matahari akan kehilangan nyala api pada tahun 2012.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Selama bertahun-tahun, para ilmuwan memprediksi jika matahari akan kehilangan nyala api pada tahun 2012. Ini merupakan periode di mana matahari sudah tak memiliki daya panas dan aktivitas dan kehilangan bintik mataharinya.

Namun, seperti dilansir AP, Rabu (15/6/2011), tiga penelitian terbaru yang dirilis di Amerika Serikat (AS) menyebutkan jika para ahli percaya bahwa bintik matahari sudah hilang dan tak ada aktivitas lagi sejak abad ke-17 atau tahun 1800-an.

Tanda-tanda itu terlihat dari kehilangan daya pancar, bintik yang melemah, serta aktivitas yang lambat di lubang matahari. Demikian dilansir para ahli dari lembaga National Solar Observatory and Air Force Research Laboratory.

"Ini sesuatu yang tak biasa dan tak diduga," kata Frank Hill, Direktur NSO's Solar Synoptic Network, mengenai penemuan tiga hasil penelitian itu dan dipresentasikan di dalam pertemuan tahunan di American Astronomical Society's Solar Physics Division,Las Cruces, New Mexico.

"Namun, pada faktanya dari tiga hasil penelitian dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda melihat matahari dari arah yang sama bahwa ada indikator jelas bintik matahari mengalami hibernasi," kata Hill.

Aktivitas matahari selalu mengalami masa naik dan turun setiap 11 tahun atau lebih. Maksimum dan minimum dari tanda di matahari sekitar setengah interval lubang magnetik yang berbalik di matahari dan terjadi sekitar 22 tahun sekali.

Hill mengatakan lingkaran ini berada di ukuran 24. "Ini mungkin hal yang normal dan lingkaran berikutnya adalah 25 dan ini tidak terjadi untuk beberapa waktu," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini penting karena lingkaran matahari menyebabkan perubahan cuaca di luar angkasa dan memberikan efektivitas teknologi modern dan memberikan kontribusi ke perubahan iklim," kata Hill.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas