Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ternyata Cinta Datang dari Otak, Bukan Hati

Datangnya perasaan cinta bahkan bisa dijelaskan lewat reaksi otak dan proses biologis pada tubuh manusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM - Banyak yang percaya bahwa cinta datang dari hati. Tapi, sejumlah penelitian justru menyimpulkan bahwa cinta datang dari otak, meskipun ada hubungannya dengan hati.

Datangnya perasaan cinta bahkan bisa dijelaskan lewat reaksi otak dan proses biologis pada tubuh manusia. Ingin tahu seperti apa prosesnya? Berikut penjelasannya.

1. Hipotalamus bereaksi

Saat kita mulai tertarik kepada seseorang, hipotalamus (struktur primer otak yang bertugas memastikan kestabilan psikologis) akan melepaskan dopamin ke dalam tubuh. Ini menyebabkan perasaan gembira layaknya orang yang memakai narkoba.

2. Kadar serotonin menurun

Karena kadar dopamin meningkat, kadar serotonin menurun. Serotonin bertanggung jawab atas suasana hati dan selera makan manusia.

Kadar serotonin yang rendah serupa dengan seseorang yang mengalami gangguan obsesif kompulsif. Ini yang menimbulkan perasaan obsesi dan tergila-gila pada seseorang.

Rekomendasi Untuk Anda

3. Memicu NGF

Selama dopamin meningkat, tubuh menghasilkan zat yang disebut faktor pertumbuhan saraf (nerve Growth Factor, NGF).

NGF lebih umum terdapat pada orang yang baru jatuh cinta. Orang yang tidak jatuh cinta memiliki kadar NGF lebih sedikit dari orang yang sedang jatuh cinta. Secara langsung, kadar NGF dalam tubuh berhubungan dengan intensitas perasaan romantis.

4. Oksitosin dan vasopressin bekerja

Perasaan sangat terikat dan setia kepada pasangan muncul karena dikendalikan hormon oksitosin dan vasopressin.

Hormon oksitosin dan vasopressin dihasilkan di dalam bagian hipotalamus otak manusia. Kedua hormon ini disimpan di dalam kelenjar pituitari untuk kemudian dikeluarkan ke tubuh.

Saat manusia sedang bergairah, seperti ketika orgasme, hormon ini memasuki aliran darah. Kehadiran dua hormon ini menyebabkan kelanggengan hubungan sepasang kekasih atau suami istri. (*)

Sumber: Intisari
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas