Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Techno
LIVE ●

Edward Snowden Buka Rahasia Cara NSA Sadap Komputer

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA) menginfeksi lebih dari 50.000 jaringan komputer di dunia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso

TRIBUNNEWS.COM – Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency/NSA) telah menginfeksi lebih dari 50.000 jaringan komputer di seluruh dunia dengan program berbahaya, semacam virus, yang dirancang untuk mencuri informasi penting.

Kabar ini tersiar melalui dokumen terbaru yang diungkap Edward Snowden, mantan karyawan NSA. Dokumen yang dibuat pada 2012 itu menjelaskan bagaimana NSA mengumpulkan informasi di seluruh dunia. Dalam operasinya, NSA menggunakan Computer Network Exploitation (CNE) untuk menyebar dan memasang program berbahaya ke 50.000 jaringan komputer.

Dalam jaringan operator telekomunikasi Belgia yang bernama Belgacom, ditemukan program berbahaya pada September 2013. Program berbahaya itu disusupi oleh dinas intelijen Inggris, Government Communications Headquarters (GCHQ).

Menurut laporan media NRC asal Belanda, berdasarkan dokumen Snowden, selama beberapa tahun terakhir GCHQ telah menyadap lalu lintas telepon dan data pelanggan Belgacom.

Penyebaran program berbahaya oleh NSA dilakukan oleh departemen khusus yang disebut Tailored Access Operations (TAO). Menurut sumber publik, TAO mempekerjakan lebih dari seribu peretas.

Baru-baru ini, The Washington Post juga menerbitkan artikel tentang operasi siber NSA-TAO. Ternyata, NSA melakukan operasi sibernya sejak 1998.

Operasi NSA-TSO juga dilancarkan ke negara tetangga AS, seperti Venezuela dan Brasil. Program berbahaya yang terpasang di jaringan komputer negara itu bisa tetap aktif bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Ia dapat dihidupkan, dimatikan, dan dikendalikan dari jarak jauh.

Rekomendasi Untuk Anda

Media NRC asal Belanda coba meminta klarifikasi dari NSA. Namun, NSA menolak berkomentar. Seorang juru bicara pemerintah AS menyatakan setiap pengungkapan materi rahasia dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas