Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

China Sukses Dirikan Pabrik Mesin Pesawat Terbang Sendiri Karena Enggan Didikte Barat

Pabrik tersebut merupakan unit bisnis Aero-Engine Group, sebuah BUMN China yang bergerak di bidang aviasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in China Sukses Dirikan Pabrik Mesin Pesawat Terbang Sendiri Karena Enggan Didikte Barat
YAHOO NEWS
Mesin pesawat jet produksi China Aviation Industry Corporation (AVIC) saat dipamerkan di China International Industry Fair di Kota Shanghai, 2013 

TRIBUNNEWS.COM  BEIJING- China dikabarkan telah berhasil mendirikan pabrik pembuat mesin pesawat terbang sendiri demi memutus rantai ketergantungan pada pasokan mesin pesawat terbang dari barat.

Pabrik tersebut merupakan unit bisnis Aero-Engine Group, sebuah BUMN China yang bergerak di bidang aviasi.

Perusahaan ini merupakan penggabungan dari beberapa perusahaan mesin pesawat yang sudah ada sebelumnya dengan modal sekitar 50 miliar yuan atau setara 7,5 miliar dollar AS.

Pabrik ini akan memproduksi mesin-mesin untuk pesawat komersial dan militer.

Sebenarnya China sudah membuat pesawat sendiri. Akan tetapi, selama berdekade industri penerbangan China jungkir balik mengembangkan mesin yang sesuai dengan persyaratan global.

Selama ini, China membeli mesin pesawat komersial dari General Electric maupun Pratt & Whitney yang dimiliki United Technologies. Adapun mesin pesawat jet militer berasal dari Rusia.

Presiden Xi Jinping menyebut pembentukan perusahaan baru ini merupakan sebuah langkah strategis.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan demikian, reputasi China akan terbangun sebagai kekuatan penerbangan global.

Pemerintah China, Aviation Industry Corp of China (AVIC), dan Commercial Aircraft Corp of China (Comac) adalah investor perusahaan mesin pesawat itu. AVIC adalah produsen pesawat jet dan helikopter militer, sementara Comac merupakan produsen pesawat penumpang lokal terbesar C919. 

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan l Sumber: BBC

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas