Kenalkan Peran L. reuteri, Lactogrow Gelar Digestion Expert Lab
Nestlé Lactogrow menghadirkan Digestion Expert Lab untuk membantu orang tua memahami pentingnya kesehatan pencernaan anak.
TRIBUNNEWS.COM - Tahukah Moms bahwa emosional dan nafsu makan anak yang berantakan bisa jadi merupakan sinyal “minta tolong” dari perutnya yang sedang tidak nyaman?
Tak sedikit orang tua yang menganggap masalah pencernaan pada anak hanya ditandai dengan gejala seperti muntah, diare, atau sembelit.
Padahal, bagi anak usia dini yang belum bisa berkomunikasi dengan lancar, gangguan pencernaan seringkali “menyamar” dalam bentuk perubahan perilaku sehari-hari. Mulai dari mood berantakan, tidur tidak nyenyak, clingy, dan melakukan GTM (gerakan tutup mulut).
Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Pencernaan Dunia (World Digestive Health Day) pada 29 Mei lalu, Lactogrow merupakan bagian dari Nestle mengambil langkah nyata untuk mewujudkan komitmen dalam mendampingi orang tua memahami pentingnya pencernaan sehat bagi tumbuh kembang anak.
"Di Nestlé, kami percaya bahwa masa depan yang kuat dimulai dari anak-anak yang sehat. Selama lebih dari 160 tahun, Nestlé terus mengembangkan ilmu nutrisi dan bekerja sama dengan para ahli di berbagai belahan dunia untuk memahami kebutuhan gizi anak secara lebih mendalam, sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka agar berlangsung optimal,” ucap Direktur Nestle Indonesia, Mrinalini Mankotia, dalam Press Conference Digestion Expert Lab di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Jumat (5/6).
Mrinalini menambahkan, hasil riset Nestlé menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan menjadi salah satu kebutuhan paling penting bagi anak-anak di Indonesia. Pasalnya, saluran cerna yang sehat berperan besar dalam mendukung penyerapan gizi dan tumbuh kembang optimal si Kecil.
Baca juga: Dukung Anak Tumbuh Aktif & Kreatif, LACTOGROW Hadirkan LACTOGROW PLAYWORLD di Bandung
Mengenal Peran Lactobacillus Reuteri atau L. reuteri Lewat Arena Interaktif
Melalui Lactogrow Digestion Expert Lab, orang tua dan anak diajak menjelajahi proses pencernaan melalui arena permainan interaktif yang memadukan teknologi LED, sensor gerak, dan aktivitas fisik.
Setiap arena dirancang untuk menggambarkan perjalanan bakteri baik Lactobacillus reuteri (L. reuteri) di dalam sistem pencernaan anak.
Perjalanan dimulai dari arena Digestion Adventure yang menggambarkan kondisi lambung. Di sini, Si Kecil berperan sebagai L. reuteri yang bertugas menginjak dan “mengalahkan” bakteri-bakteri jahat yang muncul di lantai LED interaktif.
Petualangan kemudian berlanjut ke area Digestion Adventure yang desainnya menyerupai usus halus lengkap dengan vili atau jonjot usus. Setelah sebelumnya menginjak dan mengalahkan bakteri jahat di area lambung, si Kecil diajak menjelajahi bagian usus untuk mengenal lebih jauh peran L. reuteri dalam sistem pencernaan.
Di area bernuansa pink ini, si Kecil dibekali senter untuk menjelajahi lorong-lorong usus sambil mencari keberadaan L. reuteri yang tersembunyi di berbagai sudut. Masih di tempat yang sama, mereka juga diberi misi untuk mengumpulkan sebanyak mungkin simbol probiotik yang terdapat pada layar sentuh interaktif.
Keseruan berlanjut di area Digestion Heroes yang mengajak lima orang anak bermain secara berkelompok dalam kolam bola yang dianalogikan sebagai kelompok bakteri baik. Mereka harus bekerja sama melempar bola L. reuteri ke layar untuk mengalahkan masalah pencernaan yang menyerang.
Baca juga: Bunda harus Tahu, 4 Hal Ini Perlu Diperhatikan dalam Memilih Susu Anak
Sementara itu, pada arena Digestion Nutrition, anak-anak diajak mengenal berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh melalui teknologi motion sensor. Dengan membuka mulut ke arah layar interaktif, si Kecil tampak seakan "mengonsumsi" berbagai nutrisi baik yang terdapat dalam Lactogrow, seperti L. reuteri dan 0g sukrosa.
“Selain itu, karena hari ini merupakan momen spesial, kami juga meluncurkan fitur Digestion Poop Check. Kami memahami bahwa banyak orang tua sering bingung apakah kondisi pencernaan anaknya sudah sehat atau belum. Karena itu, melalui fitur ini kami ingin membantu Moms memahami pola BAB anak sebagai salah satu indikator pencernaan sehari-hari ” ungkap Vera Gozali selaku Category Marketing Manager PT Nestle Indonesia saat sesi Expert Talk.
Tantangan Mengenali Gangguan Pencernaan pada Anak
Pada kesempatan yang sama, dokter spesialis anak, dr. Miza Afrizal, Sp.A, mengungkap salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan pencernaan anak, yaitu mengenali gejalanya sejak dini.
Menurutnya, gangguan pencernaan pada anak tidak selalu muncul dalam bentuk keluhan yang identik dengan masalah saluran cerna.
"Gejalanya sering tidak muncul sebagai gejala pencernaan. Misalnya mood anak berantakan, tidurnya tidak enak, makannya tidak mau," jelas dr. Miza.
Kondisi ini banyak terjadi pada anak usia dini yang belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya. Akibatnya, orang tua kerap tidak mengaitkan perubahan perilaku tersebut dengan kondisi pencernaan anak.
Ia menambahkan bahwa keseimbangan bakteri baik dan bakteri tidak baik di dalam usus menjadi salah satu faktor penting yang perlu dijaga.
"Yang paling bertanggung jawab pada keseimbangan bakteri baik dan bakteri tidak baik adalah prebiotik dan probiotik," ujarnya.
Baca juga: Hasil Studi Terbaru : Nutrisi Medis Efektif Turunkan Risiko Infeksi dan Biaya untuk Kesehatan Anak
Prebiotik berfungsi sebagai makanan bagi probiotik atau bakteri baik yang hidup di dalam saluran cerna.
"Analoginya kayak kita punya akuarium saja. Kalau kita cuma masukin ikan (probiotik) tapi tidak kita kasih makan prebiotik (serat), lama-lama ikannya bakalan mati," jelas dr. Miza.
Lebih lanjut, dr. Miza menjelaskan bahwa salah satu jenis probiotik yang paling banyak diteliti dan memiliki peran besar adalah L. reuteri, yang telah diteliti dalam lebih dari 290 publikasi klinis melibatkan sekitar 25.000 individu dari berbagai kelompok usia.
Berbagai penelitian ini menunjukkan bahwa L. reuteri terbukti klinis dapat bekerja di seluruh saluran pencernaan, membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dan mendukung kenyamanan pencernaan untuk penyerapan nutrisi yang optimal
L. reuteri mampu menempel di sepanjang saluran cerna manusia dan efektif untuk mengatasi perut kembung,” ungkap dr. Miza.
Dokter Miza pun menyampaikan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan anak yang mendapat asupan L. reuteri cenderung memiliki suasana hati (mood) yang lebih happy, merasa lebih nyaman, serta memiliki nafsu makan yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak mendapatkannya.
Sebaliknya, dr. Miza mengingatkan bahwa musuh utama dari bakteri baik ini adalah konsumsi gula tambahan yang terlalu tinggi serta ultra-processed food. Gula berlebih dapat merusak ekosistem usus dan memicu gangguan pencernaan.
Baca juga: Tidak Cukup Sekadar Ada Sayur di Piring, Ini Kesalahan Gizi Anak yang Sering Terjadi
Oleh karena itu, selain memberikan makanan utuh (real food), orang tua dituntut lebih teliti dan kritis dalam memeriksa label gizi makanan atau susu anak.
Kandungan Lactogrow untuk Dukung Pencernaan Sehat Anak
Sejalan dengan edukasi yang dihadirkan melalui Digestion Expert Lab, Nestlé Lactogrow diformulasikan untuk mendukung kesehatan pencernaan sekaligus tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun.
Lactogrow menjadi satu-satunya susu pertumbuhan di Indonesia yang mengandung L. reuteri dan 0g sukrosa. Selain itu, produk ini juga diperkaya dengan serat inulin, Omega 3 dan Omega 6, DHA , 13 vitamin, serta 7 mineral.
Keunggulan lainnya, seluruh varian Lactogrow hadir dengan 0g sukrosa (tanpa gula tambahan), jadi Moms and Dads tidak perlu khawatir. Pengalaman menggunakan Lactogrow juga dibagikan oleh penyanyi sekaligus moms muda, Anggi Marito.
Baca juga: Pengamat Sebut APBN 2025 Prioritaskan Pendidikan, Gizi Anak, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
“Aku merasa lebih yakin nutrisi Butet sudah tepat ketika kasih dia minum Lactogrow. Apalagi ada L. reuteri dan 0g sukrosa. Aku jadi lebih tenang karena nutrisi yang Butet butuhkan sudah terpenuhi,” ungkap Anggi Marito yang juga rutin membuka situs lactoclub.co.id.
Untuk melengkapi pengalaman edukasi, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi bersama dokter dan ahli gizi, mengikuti program loyalitas LactoClub, hingga mendapatkan berbagai promo dan hadiah menarik selama acara berlangsung.
Nah, bagi Moms and Dads yang ingin lebih memahami kesehatan pencernaan si Kecil dan merasakan hal yang sama dengan Anggi Marito, yuk kunjungi Lactogrow Digestion Expert Lab selanjutnyapada 26-28 Juni di Transmart Makassar, ya!
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.