Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kondom Bukan Pelindung Tangguh Cegah HIV/AIDS

Kondom bukan merupakan alat pelindung yang tangguh untuk mencegah penularan HIV/AIDS

Kondom Bukan Pelindung Tangguh Cegah HIV/AIDS
ist
Kondom

TRIBUNNEWS.COM - Kondom bukan merupakan alat pelindung yang tangguh untuk mencegah penularan "human immunodeficiency virus" (HIV) dan "acquired immune deficiency syndrome" (AIDS).

Hal itu terbukti dengan masih meningkatnya sejumlah jumlah penderita virus mematikan itu, kata Misnaini, kepala Bidang Keluarga Berencana pada Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Kota Dumai, Riau, Jumat.
    
Menurut dia, mengatakan, HIV/AIDS merupakan penyakit prilaku atau "life style".

"Untuk itu, mencegah penyebarannya tidak akan efektif jika hanya mengandalkan alat kontrasepsi jenis kondom. Upaya terbaik untuk mengatasi HIV/AIDS adalah penciptaan lingkungan yang sehat," kata dia, menerangkan.

Misnain menjelaskan, penggunaan kondom tidak menjamin seratus persen penggunanya aman dari penularan penyakit yang belum ada obatnya itu.

"Kondom hanya dapat mengurangi risiko penularannya, namun tidak menutup kemungkinan jika komdom juga dapat dibobol oleh virus mematikan itu," ujarnya.

Dari hasil penelitian, katanya, ternyata tingkat keamanan kondom hanya berkisar 70 sampai 74 persen.
    
"Bagi pengguna kondom, sebaiknya juga memilih-milih kondom yang akan digunakan untuk berhubungan. Hal ini penting, karena kondom juga memiliki masa ketahanan atau kadaluwarsa," ujarnya.

Berdasarkan data yang dirangkum BKBP3A Dumai, dari 200 ribu lebih jumlah penduduk Kota Dumai, 921 orang yang terdaftar sebagai pria lajang ternyata merupakan pengguna kondom sejati. Jumlah ini cenderung stabil dan tidak mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H Marjoko Santoso, menjelaskan, kondom memang tidak menjamin seratus persen penggunanya untuk tidak terjangkit HIV/AIDS.

Kendati demikian, menurut dia, bukan berarti penggunaan kondom dalam berhubungan seksual tidak memberikan manfaat bagi penggunanya.

"Ibarat helm, pengendara juga tidak akan selamat seratus persen apabila terjadi kecelakaan. Namun setidaknya, dengan menggunakan helm, mengurangi resiko kecelakaan saat berkendara," katanya.

Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Kota Dumai tahun ini menyebarkan sedikitnya 43 gerai (outlet) kondom di beberapa lokasi yang dinilai berisiko terhadap penularan penyakit mematikan HIV/AIDS.

Penyebaran outlet kondom dilakukan karena penderita HIV/AIDS di Dumai kian bertambah. Tahun ini, KPA mendeteksi sedikitnya terdapat 128 orang penderita di Dumai, di mana 38 di antaranya sudah memasuki status AIDS.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Sehat News
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas