Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Badan POM: Susu Formula Bayi yang Beredar Aman Dikonsumsi

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kustantinah menegaskan bahwa susu formula Bayi yang beredar saat ini aman untuk dikonsumsi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS,COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kustantinah menegaskan bahwa susu formula Bayi yang beredar saat ini aman untuk dikonsumsi.

Hal ini dikatakannya saat menggelar konferensi pers mengenai hasil penelitian cemaran bakteri e.sakazakii pada semua nama dan jenis susu formula bnayi yang beredar di Indonesia tahun 2011, bersama Menteri Kesehatan,  Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (8/7/2011).

"Dari hasil penelitian di ketiga institusi  maka kita ketahui, bahwa susu formula vayi yang beredar saat ini, aman untuk dikonsumsi," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan penelitian bersama 3 lembaga ini bagian dari tugas dan tanggung jawab Badan POM untuk memberikan informasi terbaru mengenai produk susu formula bayi yang beredar di pasaran Indonesia tahun ini.

Badan POM sebagai otoritas pengawasan obat-obatan dan makanan, dan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, akan selalu melakukan pengawasan obat dan makan termasuk susu formula bayi secara rutin dan konsisten.

"Pengawasan dilakukan dengan pelbagai cara , termasuk dengan pengambilan sampel yang beredar di pasaran untuk dilakukan pengujian. Dan hal ini, hari ini, sebagai salah satu kewajiban untuk memberikan informasi terbaru mengenai produk susu formula bayi yang beredar di pasaran," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagaimana diketahui, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, Badan POM, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengumumkan bahwa 47 merek susu formula yang diteliti sejak Maret 2003 tidak mengandung Bakteri E,. Sakazakii. Dari penelitian yang dilakukan di seluruh wilayah yang diambil berdasarkan 7 region, Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Maluku Utara, dan Papua, tidak ditemukan adanya cemaran e.sakazakii.
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas