Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Minum Susu Malam Hari Cegah Keropos Tulang?

Kalsium dalam susu merupakan salah satu nutrisi terbaik untuk menjaga kesehatan tulang karena kalsiumnya lebih mudah diserap tubuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kalsium dalam susu merupakan salah satu nutrisi terbaik untuk menjaga kesehatan tulang karena kalsiumnya lebih mudah diserap tubuh. Untuk hasil maksimal sebaiknya susu dikonsumsi pada malam hari.

Menurut ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia (FKUI) dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, pada malam hari osteoklas atau sel-sel penghancur tulang tidak bekerja.

"Pada malam hari aktivitas kita juga tidak banyak, sehingga kalsium susu terserap optimal," katanya dalam acara perayaan 10 Tahun Kemitraan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) dengan Anlene, Rabu (27/7/2011) di Jakarta.

Tulang merupakan jaringan hidup yang aktif, sehingga tumbuh waktu muda dan punya kemampuan memperbaiki saat terjadi kerusakan atau patah. Proses perbaikan ini terjadi pada permukaan tulang secara serentak. Sel tulang khusus ini disebut osteoklas yang mereabsorsi tulang yang telah tua, kemudian sel osteoblas akan menggantikannya dengan yang baru.

Sesudah menopause, osteoklas tetap menyerap mineral tulang dan menghancurkan kolagen. Akan tetapi, osteoblas menjadi lamban bekerja karena kekurangan estrogen. Itu sebabnya perempuan di usia menopause rentan menderita osteoporosis.

Menurut Fiastuti, vitamin D dan kalsium seharusnya dicukupi sejak usia muda karena kepadatan tulang mencapai puncaknya di usia 30 tahun.

"Kepadatan tulang akan berkurang seiring dengan usia. Di atas usia 30 tahun kecepatan proses penghancuran tulang lebih besar daripada kecepatan proses pengeroposan tulang," paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas