Duh Nak, Kok Belum Bisa Bicara Sih
Ketika batita sudah bisa berjalan dan bicara, sementara anak kita belum. Sebagai orangtua harus mewaspadai keterlambatan itu.
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM - Bisa berjalan dan bicara menjadi patokan umum untuk melihat perkembangan batita (bawah tiga tahun). Namun ada kalanya pertumbuhan setiap anak berbeda. Ketika anak-anak sebayanya sudah bisa berjalan dan bicara, sementara anak kita belum. Sebagai orangtua harus mewaspadai keterlambatan itu.
Menurut dr Soedjatmiko SpA(K) Msi, jika kata-kata yang diucapkan oleh batita belum memiliki makna yang jelas, orangtua harus curiga dan cari tahu penyebabnya. Pasalnya penyebab telat bicara banyak dan harus diketahui secara pasti agar bisa diketahui solusi penyebab masalah itu.
Secara umum proses bicara dimulai dari mendengar, diproses di otak, diingat, dan dikeluarkan dalam bentuk bicara. Ada gangguan pada tahapan proses itu akan menimbulkan gangguan bicara. Misalnya anak yang tidak mendengar sudah pasti tidak tahu suara dan tentu saja juga tidak tahu harus bicara apa.
Bisa mendengar tapi tidak mengerti, ada gangguan di proses otaknya. Kondisi ini biasanya terjadi jika bayi mengalami keterbelakangan mental. Ada juga bisa mendengar, mengerti tapi tidak bisa mengeluarkan, ternyata ada gangguan pita suara.
"Penyebabnya sangat kompleks sehingga harus dicari penyebabnya dulu agar bisa disembuhkan dan diharapkan bisa bicara," kata dr Soedjatmiko saat berbicara dengan tema 'Membangun Generasi Sehat dan Berbudaya: Kesehatan Fisik dan Mental Anak Sebagai Investasi kemarin.