Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Stroke Tak Lagi Hanya Menyerang yang Tua

Serangan stroke semula diyakini hanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut, tetapi belakangan ini juga bisa terjadi pada orang berusia muda.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM - Serangan stroke semula diyakini hanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut, tetapi belakangan ini juga bisa terjadi pada orang berusia muda seperti yang dialami presenter kocak Ade Namnung. Bagaimana ini bisa terjadi?

Dokter ahli jantung Dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dr Robinson Harahap mengatakan stroke dalam dunia kedokteran seperti serangan jantung bisa terjadi disebabkan oleh menyempitnya pembuluh darah.

Dalam keadaan stres, maka seseorang mudah terkena stroke atau serangan jantung, terutama jika ada penyumbatan pada pembuluh darah yang mengalir baik ke jantung maupun ke otak, katanya.

Karena pada saat stres, menurut dokter Robinson Harahap,  otak memerlukan banyak oksigen sehingga memaksa jantung bekerja lebih cepat untuk mengalirkan darah yang membawa oksigen ke otak.

Situasi itu berbahaya, terutama ketika darah tidak bisa mengalir dengan baik akibat adanya penyempitan pembuluh darah, ucapnya.

Hal itulah, lanjut Robinson, yang membuat pembuluh darah pecah karena tidak bisa menahan tingginya tekanan darah.

"Selain stres, maka stroke atau serangan jantung juga biasanya terjadi pada orang yang kurang berolahraga, merokok, diabetes, obesitas (kelebihan berat badan) dan berusia di atas 40 tahun," ujar Robinson.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun saat ini, usia muda bukan jaminan stroke dan serangan jantung tidak bisa terjadi. Sebab, katanya, telah terjadi banyak perubahan, baik gaya hidup maupun kondisi lingkungan.

Robinson mengatakan jika yang tersumbat pembuluh darah ke otak, maka itulah yang disebut stroke. Sementara, jika yang tersumbat adalah pembuluh darah ke jantung, maka kondisi itu disebut serangan jantung. Tetapi Keduanya bisa mengakibatkan kematian secara mendadak.

Dalam kasus serangan stroke secara mendadak, jika pembuluh darah di sekitar otak sudah pecah, maka itu berakibat fatal bagi korban. Tanda-tandanya adalah nafas seperti mengorok dan mulut berbusa. 

Sumber: Sehat News
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas