SDM Kesehatan Kunci Pencapaian MDG's
Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kes) merupakan faktor penting dalam pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kes) merupakan faktor penting dalam pemberian pelayanan kesehatan yang bermutu. Oleh karena itu, pengembangan SDM Kes merupakan faktor kunci dalam pencapaian tujuan Millenium Development Goals (MDG’s) dan peningkatan status kesehatan masyarakat.
Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH menyatakan, Pemerintah Indonesia telah meningkatkan jumlah dan kualitas para pekerja kesehatan dan meningkatkan distribusi mereka di seluruh negeri.
"Untuk menguatkan SDM Kes, Kementerian kesehatan bekerjasama dengan beberapa Fakultas Kedokteran mengadakan program Intership bagi para dokter yang baru lulus sebelum memperoleh izin praktek. Program ini untuk memberi pengalaman kepada para dokter yang baru lulus untuk melakukan praktek klinis dengan bekerja di fasilitas kesehatan di pedesaan, sehingga membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas," kata Menkes di depan peserta Pertemuan Konsultasi Regional untuk Penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia di Bidang Kesehatan di Negara Kawasan Asia Tenggara di Bali, Senin (13/2/2012).
Selain program intership, Kemenkes menyediakan Program Beasiswa pelatihan dokter dan dokter gigi untuk mendapatkan gelar spesialis. Di bawah Resident Senior Program, dokter dan dokter gigi yang bekerja pada tahap akhir pelatihan spesialis ditugaskan di rumah sakit di daerah terpencil yang kekurangan dokter spesialis.
"Program ini memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan dokter spesialis di daerah terpencil," terangnya.
Ditambahkan, Kemenkes juga menyelenggarakan Program Dokter dengan Kompetensi Tambahan. Pada program ini, dokter umum diberikan pelatihan kemampuan dasar perawatan spesialis tertentu.
"Untuk menjamin kualitas para pekerja kesehatan non-medis, kami mendirikan Dewan Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia di tingkat pusat dan Dewan Kesehatan Tenaga Kerja di tingkat pusat dan propinsi," katanya.
Saat ini di Indonesia memiliki 71 Fakultas Kedokteran, 25 Fakultas Kedokteran Gigi, 143 Fakultas Kesehatan Masyarakat, 38 politeknik kesehatan, dan berbagai lembaga pendidikan profesional kesehatan di Indonesia.