Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Begini Terjadinya Kanker Paru di Dalam Tubuh

Menkes non aktif , Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia karena kanker paru. Bagaimana sebenarnya perjalanan penyakit mematikan ini?

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan non aktif , Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia karena kanker paru.

Selama satu setengah tahun penyakit ini menggerogoti tubuhnya hingga mengambil nyawanya. Bagaimana sebenarnya perjalanan penyakit mematikan ini?

Dokter ahli kanker paru-paru, dr. Asrul Harsal, MD, KHOM mengatakan kanker paru terjadi ketika pertumbuhan sel yang tidak normal dan bisa bermetastasis atau menyebar, artinya kanker yang tumbuh di paru, biasanya di saluran bronkus, dan bisa di tempat lain.

"Penyebabnya 85 persen disebabkan rokok. Tetapi ada orang yang beranggapan bahwa tidak merokok tetapi terkena kanker paru atau sebaliknya merokok sampai usia 70 tahun tetapi tidak kena. Jadi ada bakat dan trigger," ujar Asrul kepada Tribun Jakarta (grup Tribunnews.com)

Penyebab lainnya selain merokok antara lain perokok pasif atau sering terpapar asap rokok, radon, asbes, polusi udara, polusi pabrik, zat kimia dan radiasi dari pekerjaan, obat-obatan serta lingkungan.

Seseorang dengan kanker paru kerap kali atau bertahun-tahun terpapar faktor penyebab di atas.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika Anda merasa terkena hal di atas, harus hati-hati. Untuk menyakinkan kesehatan, Anda dapat melakukan tes deteksi dini.

"Deteksi dini  sekarang baru mulai memakai CT low-dose helical, yaitu menggunakan bahan helical yang dosis rendah. Biasanya hal ini dilakukan pada orang-orang dengan resiko tinggi, misalnya perokok, pekerja pabrik, atau yang diperkirakan yang punya resiko," sebut dokter yang berkantor di Rumah Sakit Kanker Dharmais tersebut.

Tidak sedikit pasien kanker paru-paru ditemui sudah dalam kondisi parah. Mereka datang sudah dengan status stadium lanjut.

Dokter ahli kanker paru-paru dari rumah sakit kanker Dharmais dr. Asrul Harsal, MD, KHOM mengatakan dia jarang sekali menemui pasien dengan "status" stadium dini.

"Sekitar 90 persen pasien stadium II sampai IV yang datang. Jarang yang diketahui sejak dini," kata Asrul.

Bahkan menurut penelitian Asrul dkk. pada tahun 2004, ditemukan 64 pasien kanker paru dengan identitas yang jelas.

Pasien kanker paru pada stadium IIIa berjumlah 2 persen, stadium IIIb sebanyak 46 persen dan stadium IV terdapat 52 persen.

Asrul menambahkan, pengobatan ditempuh dengan sistem lini 1, 2, dan 3.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas