Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Awas! Banyak Jamu Ilegal Beredar

Konsumen jamu wajib waspada. Sekarang ini banyak beredar jamu ilegal.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsumen jamu wajib waspada. Sekarang ini banyak beredar jamu ilegal.

Dari perhitungan yang dilakukan Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GPJI) dari total omset jamu di Indonesia setengahnya  justru dari jamu ilegal.

Omset jamu Indonesia jumlahnya sekitar Rp 25 triliun. Sementara antara Rp 10-12 triliun justru berasal dari jamu ilegal. Untuk pasar eksport enggak sampai 10 persen atau hanya sekitar  Rp 1,3 Triliun.

"Sekarang banyak beredar jamu ilegal, ikut meniru. Untuk itu konsumen harus aware,"  papar Charles Saerang, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GPJI) di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2012).

Tantangan lain yang dihadapi adalah peluncuran produk jamu asing yang membajiri  konsuman tanah air. "Perlu usaha untuk melindungi konsumen dalam negeri dan produk dalam negeri dengan," paparnya.

Di sisi lain, saat ini banyaknya kementerian yang berkaitan dengan industri jamu,  membuat pemilik industri jamu yang berjumlah  1030 buah lebih dari 90 persen lebih tradisional  justru merasa kebingungan siapa yang harus mengurusi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setidaknya ada 20 kementerian yang 'ngurus' jamu ini. Jadi kita bingung sebenarnya siapa yang paling berhak mengurus kita,"  katanya.

Berbeda dengan Indonesia  pemerintah Cina sangat mendukung pengembangan industri ini dan fokus beberapa kementerian saja.  

   
Dari segi penelitian yang dilakukan mengenai jamu sampai sekarang masih belum jelas dan  terkatung-kantung. Di lain pihak sekarang ini susah menemukan produk-produk bahan baku berkualitas seperti temu lawak karena banyak diekspor.
   
"Temu lawak diekspor Cina dan Korea dan kita mendapatkan ekstrak temu lawak. Sekarang mulai kunyit  susah ekstrak import," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas