Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

ISPA Buat Angka Gangguan Pendengaran di Indonesia Tinggi

Tingginya angka prevalensi ISPA, rendahnya kesadaran masyarakat, meningkatnya industrialisasi atau pabrik serta gaya hidup terpapar bising

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingginya angka prevalensi ISPA, rendahnya kesadaran masyarakat, meningkatnya industrialisasi atau pabrik serta gaya hidup terpapar bising menyebabkan terjadinya peningkatan gangguan pendengaran atau ketulian di Indonesia.

Di samping itu  kemudahan  mendapatkan obat yang seharusnya perlu resep dokter, lemahnya perlindungan tenaga kerja dan meningkatnya usia hidup.

Indonesia termasuk empat negara Asean dengan prevalensi ketulian tinggi yakni 4,6 persen padal 50 persen.

"Angka kejadian paling tinggi terjadi pada anak usia sekolah mulai usia 7-18 tahun. Untuk itu penting adanya peranan UKS," kata Dr HR Dedi Kuwenda M.Kes, Direktur Bina Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (6/7/2012).

Jika dibiarkan dampaknya akan luar biasa mulai menganggu perkembangan kognitif, psikologi dan sosial. Juga memunculkan gangguan komunikasi, perkembangan bahaya dan prestasi di sekolah. Anak juga kurang mampu bersosialisasi.

"Kendala yang dihadapi adalah SDM yang terbatas Sp THT, dokter, perawat terlatih, audiologist belum terdistribusi belum merata, ketersediaan alat untuk diteksi dini  yang masih terbatas dan belum ada di puskesmas. Lemahnya manajemen program kesehatan indera pendengaran yakni untuk pencatatan dan laporan dan belum adanya dana yang memadai," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas