Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ini Dia Faktor Pemicu Pendarahan Saluran Cerna

Penyebab pendarahan saluran cerna bagian atas selain tukak lambung, juga disebabkan pecahnya varises esophagus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Agustina Rasyida

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Pendarahan bisa terjadi dimana saja, termasuk di sepanjang saluran pencernaan. Mulai dari mulut sampai anus. Untuk itu kita perlu waspada.

Di Indonesia, penyebab pendarahan saluran cerna bagian atas selain tukak lambung, juga disebabkan pecahnya varises esophagus. Varises esophagus merupakan penyakit yang ditandai dengan pembesaran abnormal pembuluh darah vena di esophagus bagian bawah. Esophagus merupakan saluran yang menghubungkan antara kerongkongan dan lambung.

"Varises esophagus biasanya tidak bergejala, kecuali jika sudah robek dan berdarah," ujar dr Chaidir Aulia, SpPD KGEH FINASIM selaku Ketua PAPDI JAYA, Komisariat Wilayah Selatan.

Menurut Chaidir, varises esophagus merupakan komplikasi dari penyakit sirosis atau pengerasan hati. Pendarahan yang tidak terkontrol juga menjadi penyebab kematian utama pada penderita sirosis dan transplantasi hati. Ancaman pendarahan ulang juga cukup besar, terutama dalam 48 jam pertama.

Sementara itu, metode penanganannya cukup bervariasi, mulai dari konservatif (obat vasopresin, somatosatin, dan sebagainya), terapi injeksi endoskopi yaitu menyuntik pembuluh darah dengan larutan tertentu agar pembuluh darah berhenti berdarah, sampai ligasi (proses pengikatan pada dasar pembuluh darah balik) varises esophagus.

Beberapa gejala akibat pendarahan esophagus antara lain hematemesis, melena, hematoskezia, penurunan tekanan darah, dan anemia.

"Darah segar yang keluar dari anus, bisa merupakan hemorroid atau robekan di anus yang disebut fisura anus. Penanganan hemorroid juga bermacam-macam, tergantung berada pada stadium hemorroid tersebut," terang Chaidir.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada stadium awal, pasien dapat ditangani dengan mengubah pola makan seperti mengonsumsi makanan dengan serat tinggi dan suntik skleroterapi. Hemorroid yang ukurannya besar dapat ditangani dengan ligasi. Sedang terapi bedah digunakan untuk penderita yang mengalami keluhan menahun, perdarahan berulang, atau prolaps.

"Sedangkan gangguan sakit perut bawah dapat juga disebabkan polip yang bisa dideteksi dengan alat colonoscopy dan biasanya dilakukan tindakan politektomi untuk penanganannya," ungkap Dr. Chaidir. (Agustina N.R)

Baca artikel menarik lainnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas