Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes Malu Karena Gagal Lindungi Rakyat Dari Bahaya Rokok

Kampanye anti rokok yang dilakukan sejumlah pihak rupanya belum membuahkan hasil. Jumlah perokok semakin banyak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengaku malu karena selama  tujuh tahun terakhir  jumlah laki-laki perokok di Indonesia justru naik. 

Hasil survey Global Adult Tobacco Survey (GATS), jika tahun 2005 jumlah perokok aktif masih dalam kisaran  53,9 (2005) kini jumlahnya  menjadi 63 persen.

Demikian pula dengan yang terpapar. Di tempat umum 85,4 persen di tempat umum  di rumah 78,4 persen dan 51,3 persen di tempat kerja sehingga perlu mendirikan kawasan bebas asap rokok di tempat umum, tmpat dan keluarga.

"Kita gagal melindungi rakyat. Bukan berkurang makin bertambah. Malu terhadap rakyat. Jumlah penduduk yang merokok semakin besar. Kita dikalahkan industri rokok," tutur Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi  saat peluncuran buku Global Adult Tobacco Survey in Indonesia  di Kemenkes, Selasa (11/9/2012).

Menkes mengingatkan, kepada bapak maupun ibu yang merokok di rumah dan asapnya terpapar anak-anak, itu berarti mereka membunuh anaknya sendiri. "Sengaja atau dengan sengaja membunuh anak," tuturnya.

Ia juga mendorong orang di kantor yang tidak merokok mengingatkan agar kalau merokok jangan  di tempat kerja dan harus di luar.

Rekomendasi Untuk Anda

Sampel rumah tangga dalam GATS berjumlah  8994 rumah tangga dengan satu orang yang dipilih satu untuk melengkapi informasi dalam survey di setiap rumah tangga. Terkumpul 8305 wawancara individu yang lengkap dengan respon 94,3 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas