Ini Bahayanya Menggunakan Cat Kuku Palsu, Sungguh Mengerikan!
Banyak cat kuku yang beredar di gerai kecantikan maupun online shop. Baik yang bermerek internasional
Penulis:
Agustina Rasyida
Editor:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak cat kuku yang beredar di gerai kecantikan maupun online shop. Baik yang bermerek internasional atau merek dalam negeri. Tetapi jangan terkecoh dengan cat kuku bermerek internasional yang harganya murah.
Berikut ini perbedaan antara cat kuku asli dan yang palsu:
- Cat kuku asli: berbahan alami, tidak merusak kuku, aman bagi perempuan hamil, warna tahan lama dan mengilap, terdaftar di BPOM.
- Cat kuku palsu: terdapat bahan kimia berbahaya (misalnya toluene, dibutyl phtlate, formadehyde), membuat kuku kuning, menghitam, menimbulkan jamur. Dalam penggunaan yang lama, dapat berefek: menyebabkan asma, memicu kanker, bahkan berisiko bayi lahir cacat.
"Sebenarnya ciri-ciri cat kuku bisa dilihat dari bentuk botol yang asimetris, tempelan sticker yang miring, sablonan tulisan mudah hilang, dan tekstur yang gampang kental," ujar Felly Oktavia, Public Relations OPI Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, produsen cat kuku OPI mengeluarkan. Enam warna baru dari seri "Gel Color OPI". Yaitu Golden Eye (emas), The Spy Who Loved Me (merah ber-glitter), Skyfall (coklat gelap), On Her Majesty's Secret Service (abu-abu ber-glitter), Tomorrow Never Dies (biru metalik), dan Casino Royale (ungu). Selain enam warna bagian dari seri Skyfall 007 Collection tersebut, gel color juga memiliki 54 warna lainnya.
Menurut Handoko, Sales Manager OPI Indonesia, gel color merupakan teknik pewarnaan kuku dengan menggunakan nail polish (cat kuku) berbahan dasar gel dan dikeringkan dengan menggunakan lampu LED.
"Gel color membuat kuku long lasting, durable, dan shiny," ujar Handoko dalam peluncuran gel color, Selasa (6/11/2012), di Plaza Bapindo, Jakarta.
KESEHATAN POPULER
Baca tanpa iklan