Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes Bantah RS Istimewakan Cucu SBY Ketimbang Dera

Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi membantah ada diskriminasi perlakuan rumah sakit (RS) di Jakarta, terhadap pasien kaya dan miskin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi membantah ada diskriminasi perlakuan rumah sakit (RS) di Jakarta, terhadap pasien kaya dan miskin.

Termasuk, perlakuan istimewa kepada Airlangga Yudhoyono, cucu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketimbang perlakuan terhadap bayi Dera Nur Anggraini, yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dera dikabarkan ditolak sejumlah rumah sakit di Jakarta, yang berujung kematian.

"Tidak ada (perlakuan istimewa)," ujar Menkes di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/2/2013).

Menkes membantah Dera meninggal karena ditolak berobat di rumah sakit. Menurutnya, bayi yang belum berumur sepekan, adalah anak kembar dengan berat badan 1 kilogram saat lahir.

"Paru-parunya belum berkembang," ucapnya.

Karena paru-parunya belum berkembang, tutur Menkes, maka Dera butuh alat khusus respirator.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah, alat ini di RSCM cuma ada 10. Jadi, yang disebut neonatal intensive care unit (NICU) di RSCM, 10 alat ini. Kebetulan saat itu ada 13 pasien," jelasnya.

Jadi, papar Menkes, bukan berarti Dera tidak ingin dilayani pihak rumah sakit.

"Tetap dilayani, tapi memang alatnya kurang," cetusnya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas