Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Saat Tubuh Terasa Tak Beres, Hindari Mendiagnosa Sendiri

Berasumsi sendiri mengenai penyakit yang diderita dan obatnya, berujung pada keterlambatan penanganan yang seharusnya. Akibatnya akan fatal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Saat Tubuh Terasa Tak Beres, Hindari Mendiagnosa Sendiri
net

TRIBUNNEWS.COM - Berasumsi sendiri mengenai penyakit yang diderita dan obatnya, berujung pada keterlambatan penanganan yang seharusnya. Dan ujung-ujungnya bisa berakibat fatal.

Dr. Hendarto Natadidjaja, Sp.PD, MARS, FINASIM, spesialis penyakit dalam RS Royal Taruma Jakarta, menegaskan bahwa banyak kemungkinan yang bisa terjadi yang dialami seseorang.

"Menyimpulkan sendiri kelainan yang terjadi pada tubuh berdasarkan cerita teman atau berdasar dari sumber yang dibaca saja, kemungkinan besar bisa keliru. Jangan sampai memvonis diri dengan penyakit hanya karena gejala yang mirip," ujar Hendarto.

Yang paling dikhawatirkan ketika melakukan diagnosis yang salah adalah kesalahan penggunaan obat. Misal, mentang-mentang temannya menderita kencing manis, saat si A menderita gejala yang sama ia langsung menvonis diri terkena kencing manis, padahal tidak. Si A lalu mengonsumsi obat kencing manis.

Hasilnya? Ia malah digotong ke rumah sakit karena gara-gara minum obat yang ternyata justru membuat gula darahnya anjlok. Fatal.

Hendarto menghimbau, sebaiknya setiap pasien berkonsultasi ke dokter bila merasa yang tidak beres dengan kondisi tubuhnya. Dokter yang tahu akan menyarankan untuk meminum obat yang benar karena setiap obat memiliki indikasinya sendiri-sendiri.

"Sebenarnya simpel, obat tifus buat tifus, obat malaria untuk malaria, obat TBC buat TBC, dan lain sebagianya," ujar Hendarto.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, ada beberapa aspek yang tidak diketahui oleh pasien tapi diketahui oleh dokter. Sebelum mengobati suatu penyakit dan memberikan resep, dokter harus menegakkan diagnosis atau menetapkan penyakit pasien serta penyebabnya terlebih dahulu di samping kondisi pasien itu sendiri. Ada beberapa langkah yang biasa dilakukan: amnesia, pemeriksaan jasmani, dan pemeriksaan penunjang. (Tabloidnova.cm/Nova)

Sumber: Intisari
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas