Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peneliti Itu Seperti Rockstar! Tak Harus Keningnya Berkerut Melulu

Menjadi peneliti tak harus identik dengan serius dan kening berkerut. Peneliti juga bisa 'having fun' cara kerjanya.

Peneliti Itu Seperti Rockstar! Tak Harus Keningnya Berkerut Melulu
TRIBUNNEWS.COM/ DANIEL NGANTUNG
Dewan juri bersama alumnus FWIS. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM - Untuk ke-11 kalinya, L'Oréal Indonesia kembali mengadakan L'Oréal-UNESCO For Women in Science (FWIS) tingkat nasional.

Diprakarsai pada 1998, FWIS merupakan salah satu program corporate social responsible (CSR) L'Oréal bersama UNESCO yang bermisi mendukung karier para perempuan peneliti muda di dunia.

Di Indonesia, program ini telah hadir sejak 2004. FWIS memberikan apresiasi kepada peneliti perempuan yang dinilai memiliki proposal penelitian terbaik. Pemenang berhak mendapatkan hibah senilai Rp 80 juta yang dapat digunakan untuk merealisasikan peneliti.

Tahun ini, tema yang diusung adalah "Sciencerocks".

Dijelaskan Head of Communications PT L'Oréal Indonesia Melanie Masriel, saat jumpa pers peluncuran program tersebut, Rabu (2/4/2014), setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah perempuan peneliti yang mendaftar.

"Mengingat pentingnya peran penelitian untuk kemajuan bangsa, kami ingin terus mendorong para peneliti untuk mengajukan proposalnya. Karena itu, tema Sciencerocks dipilih untuk memunculkan kesan bahwa science itu fun. Peneliti juga seperti rockstar," ungkapnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, FWIS  terbagi menjadi dua kategori yaitu Life Science dan Material Science.

Program FWIS National terbuka untuk semua perempuan peneliti Indonesia yang memiliki gelar master dan berusia maksimal 37 tahun. Aplikasi program ini dapat diunduh dari situs resmi L'Oréal di www.loreal.co.id. Batas akhir pengiriman proposal 1 Agustus 2014.

Proposal yang diterima kemudian akan dikaji oleh para juri yang dipimpin oleh Prof. Endang Sukara untuk kategori Life Sciences dan Prof. Yohanes Surya, Ph.D untuk kategori Material Science.

Dr. rer.nat. Neni Sintawardani, salah satu dewan juri nasional untuk Material Science, menjelaskan kriteria penilaian meliputi  yang berkompeten jenis permasalahan, yang diselesaikan, cara penyelesainnya, metode penelitian, lalu kemampuan peneliti untuk mengeksekusi penelitian.

"Kemampuannnya dapat diukur lewat rekam jejak mereka. Seberapa banyak penelitian mereka yang telah dipublikasi," katanya.

Untuk menyosialisasikan ajang ini, L'Oréal akan mengadakan roadshow di empat universitas terkemuka di Indonesia. Roadshow dimulai di Universitas Andalas, Padang (15 April), Universitas Hasanuddin, Makassar (22 April), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (29 April), lalu berakhir di Insititut Pertanian Bogor, Bogor (6 Mei).

Ikuti kami di
Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Agung Budi Santoso
  Loading comments...
Tags:
peneliti
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas