Redakan Kecemasan Saat Hamil dengan Senam Yophytta
Perubahan pada ibu hamil dialami di seluruh tubuh, mulai dari sistem pencernaan, pernapasan, jantung, endokrin, tulang, otot, hingga sistem reproduksi
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak hanya perubahan fisik, saat hamil wanita juga mengalami perubahan emosi. Ada rasa
amarah, sedih, hingga khawatir yang membuat wanita tidak tenang menjalani masa kehamilannya.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Nurdadi Saleh mengatakan, perubahan pada ibu hamil dialami di seluruh tubuh, mulai dari sistem pencernaan, pernapasan, jantung, endokrin, tulang, otot, hingga sistem reproduksi.
Perubahan itu, sering kali dipicu oleh kecemasan, baik terhadap kesehatan diri sendiri maupun janin. Untuk itu, ibu hamil perlu menjaga asupan nutrisi dan juga olahraga. Salah satu olahraga atau latihan fisik yang tepat adalah senam Yophytta.
"Latihan olah fisik, seperti senam ibu hamil membantu memberi ketenangan pada ibu saat menjalani proses kehamilan," kata Nurdadi dalam acara Anmum Materna Celebrate the Changes di Jakarta, Sabtu (7/2/2015).
Yophytta merupakan senam yang mengombinasikan gerakan yoga, pilatea, hypnoterapy, dan tai chi. Senam Yophytta juga
pernah digelar di 49 rumah sakit yang ada di Indonesia.
Nurdadi mengungkapkan, senam Yophytta selama ini terbukti mampu mempertahankan kemampuan ibu hamil berpikir lebih positif, tenang atau tidak stres, menjaga emosi, mengurangi morning sickness, hingga gejala mengkhawatirkan selama kehamilan.
"Senam ini juga dapat memperkuat otot-otot panggul, elastisitas perut sehingga membantu proses persalinan ibu," kata Nurdadi.
Sementara itu, secara emosional, Yophytta dipercaya dapat meningkatkan ikatan hubungan ibu dan bayi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi doker Budi Santoso dan Farida Umamah dari RS Ibu dan Anak Kendang Sari, Surabaya, sebanyak 91,67 persen ibu hamil merasakan penurunan tingkat kecemasan setelah mengikuti senam Anmum Yophytta secara teratur selama satu bulan.
Nurdadi melanjutkan, senam ini baik dilakukan 2 kali dalam seminggu selama sekitar 30 sampai 60 menit.
Baca tanpa iklan