Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Bencana Kabut Asap Dikhawatirkan Bisa Memicu Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Meski belum ada penelitian secara khusus, bencana kabut asap dikhawatirkan bisa memicu penyakit jantung bawaan pada anak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Bencana Kabut Asap Dikhawatirkan Bisa Memicu Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pengendara menembus kabut asap di Fly Over Pulo Brayan Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/10/2015). Kebakaran lahan dan hutan di Jambi dan Riau menyebabkan Kota Medan kembali diselimuti kabut asap pekat.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribunnews, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski belum ada penelitian secara khusus, bencana kabut asap dikhawatirkan bisa memicu penyakit jantung bawaan pada anak.

"Sampai sekarang memang belum pernah ada penelitian, tapi mungkin bisa saja terjadi," kata Prof Ganesja Harimurti SpJP, dokter spesialis jantung anak Siloam Heart Institute saat temu media di Siloam Hospitals Kebun Jeruk, Selasa (27/10/2015).

Apalagi menurutnya salah satu kemungkinan yang menyebabkan penyakit jantung bawaan bayi adalah terpaparnya asap rokok.

"Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok saja bisa menjadi pemicu, apalagi kalau terlalu banyak atau sering mengisap kabut asap," katanya.

Penyakit jantung bawaan anak ini muncul saat proses pembentukan jantung di dalam kandungan yang mengalami kelainan karena adanya gangguan.

Begitu anak dilahirkan, ada kelainan di dalam jantungnya sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dari 4 juta kelahiran hidup anak Indonesia, 40 ribu di antaranya dipastikan terkena gangguan jantung bawaan ini.

Saat ini seiring perkembangan teknologi medis, bedah, anestesi dan perawatan jantung intensif anak-anak dengan penyakit jantung bawaan bisa tumbuh hingga dewasa.

"Tapi saat memasuki fase orang dewasa mereka akan membutuhkan pemantauan reguler dan intervensi bedah lanjutan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas