Alasan Mengapa Sebaiknya Orang dengan Diabetes Tak Mengemudi
Tak banyak orang yang menyadari bahwa menyetir dalam kondisi menderita diabetes itu berbahaya.
Editor:
Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM - Jika Anda adalah seorang penderita diabetes dan sering harus berkendara sendiri, ketahuilah bahwa hal itu berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain, sama halnya dengan mengemudi dalam keadaan mabuk.
Kebanyakan orang tahu bahayanya mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan berbahaya.
Tapi, tak sedikit orang yang masih belum tahu bahwa mengemudi dengan kondisi gula darah rendah atau hipoglikemia, juga sangat berbahaya.
"Orang dengan diabetes yang berkendara di waktu yang salah, bisa saja masuk dalam situasi yang membahayakan nyawanya sendiri dan orang lain," Amy Kranick, RD, seorang konsultan diabetes bersertifikat di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee, memperingatkan.
Ketika Gula Darah Turun
Hipoglikemia berarti bahwa kadar gula darah Anda turun terlalu rendah untuk mendukung kebutuhan tubuh dan otak.
Biasanya, hipoglikemia didefinisikan sebagai angka gula darah kurang dari 70 miligram perdesiliter (mg / dL).
Gejala gula darah rendah termasuk: Sakit kepala, Pusing hingga Berkeringat.
Beberapa orang dengan diabetes, pernah mengalami hipoglikemia namun tidak menyadarinya sampai terlambat. Inilah sebabnya mengapa penting untuk memeriksa gula darah Anda sebelum Anda mengemudi.
Orang dengan diabetes tipe-2 yang menggunakan insulin dapat mengalami peningkatan risiko hipoglikemia sebagai efek samping dari obat ini. Obat yang disebut sulfonilurea, juga bisa menyebabkan hipoglikemia.
Pasien yang minum obat beta-blocker, mungkin juga bisa mengalami peningkatan risiko yang sama tapi tidak menyadarinya.