Profesi Unik, Mendongkrak Rezeki Lewat Restrukturisasi Nama
Dari 100 persen kadar kesuksesan yang ada dalam diri manusia, kebanyakan hanya digunakan tidak lebih dari 50 persen.
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM - Kadar kesuksesan yang diberi Tuhan kepada setiap manusia adalah 100 persen. Namun, dari 100 persen kadar kesuksesan yang ada dalam diri, kebanyakan hanya digunakan tidak lebih dari 50 persen.
Ada banyak faktor kenapa seseorang tidak bisa menggunakan kadar tersebut secara maksimal. Satu di antaranya adalah struktur nama yang melekat pada diri seseorang.
Baca: Sandy Tumiwa Sebut Ulah Tessa Kaunang Tak Bermoral
Ni Kadek Hellen Kristy, pakar restrukturisasi nama dan konsultan rezeki dengan pendekatan terapi holistik dan hypnotherapy, yang memiliki latar belakang psikologi itu, menyebut nama bukan hanya menjadi sebuah identitas.
Nama, lanjut dia, seperti juga banyak dipahami masyarakat Indonesia, merupakan doa yang kuat, harapan, serta keinginan positif, yang menyatu ke dalam bawah sadar manusia.
"Dari 100 persen kadar kesuksesan, struktur nama yang melekat pada diri seseorang itu memiliki pengaruh yang sangat besar, bahkan porsinya bisa mencapai 60 persen sampao 70 persen," tambah wanita kelahiran Singaraja, Bali ini.
Menurutnya, restrukturisasi nama menjadi pilihan tepat untuk memperbaiki kelemahan, meningkatkan bagian yang belum optimal, dan membuka potensi diri untuk hidup yang lebih baik dan lebih seimbang.
Bukan Klenik atau Mistik
Profesi Hellen yang unik dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu ibunya. Ketika itu, ibunya mengalami sakit yang tidak berkesudahan. Karena menjunjung tinggi adat istriadat, sang ibu kemudian mengubah namanya.
"Hasilnya beliau bisa terselamatkan,” ucapnya.
Dari situ Hellen tertarik dengan hal tersebut. Makanya, sejak di bangku sekolah, ia senang mempelajari terapi holistik dan mempraktikkan prinsip hidup lewat menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan jiwa atau menyatu harmonis dengan alam.
Apa yang dipelajarinya bukan hal baru. Tapi jauh sebelumnya sudah banyak dipelajari di Amerika dan India.
Makanya, dalam skripsi dan thesis saat duduk di bangku kuliahan, ia meneliti secara khusus tentang holistic healing. Metodenya eksperimental. Semuanya didasari perhitungan dan rumusan yang telah diuji coba.
Dari pengalaman dan analisa yang dilakukan selama ini, menurut dia, nama memiliki kode-kode yang diwakili angka dengan pola tertentu, bisa di gunakan untuk memperbaiki kehidupan seseorang.
Misal, ketika melakukan sebuah riset dengan menganalisa nama-nama orang yang terkena penyakit kanker, Hellen menemukan sebuah fakta empiris tentang adanya korelasi nama yang cenderung memiliki kode dengan pola yang sama.
Ia menyadari ada pengaruh penting dalam unsur nama seseorang. Selanjutnya, ia memadukan metode antara restruktur nama, Holistic theraphy, serta hypnotherapy.
Dari perpaduan beberapa metode inilah akan memberikan dampak yang signifikan, seperti kesehatan yang baik, hubungan keluarga yang makin harmonis, kondisi keuangan yang mapan, dan bahkan bisa membuat hidup jauh lebih bermanfaat.
Dalam restrukturisasi nama, tidak semua nama diganti total. Namun, hanya dihilangkan bagian yang tidak harmonis yang mengandung unsur negatif.
“Ada klien yang baru seminggu menggunakan nama hasil restruktur, sudah merasakan efek positif ada juga yang memerlukan waktu lebih lama”, ungkap Hellen.
Ia menuturkan, hal itu dikarenakan kemampuan setiap orang berbeda dalam ‘menginstal’ sesuatu hal yang baru dalam dirinya. Seperti halnya komputer. Perbuatan, memory masa lalu, mindset, adalah CPU dan nama adalah software yang mau diinstall.
"Kalau CPU "rendah", tapi menginginkan menginstal software spek tinggi, maka install-nya pun lebih lambat," ucapnya beranalogi.
Untuk itu, lanjut dia, diperlukan metode healing lainnya untuk mempercepat terjadinya perubahan yang signifikan.
Melalui profesinya, Hellen ingin memberi manfaat dan kebahagiaan kepada banyak orang. Itu adalah mimpunya.
“Titik balik dari semua ini bahwa saya perlu lebih banyak berbagi, saya tidak boleh berhenti sampai di sini. Dengan semakin banyak membantu orang, Saya merasakan kebahagiaan sebenarnya,” tandasnya.(*)