Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ketahui Bedanya Juicer dan Blender saat Olah Buah dan Sayuran

Senior Marketing Manager Kitchen Appliances Philips Indonesia, Maria Simanjuntak mengatakhasil akhir blender berbeda dengan juicer

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Ketahui Bedanya Juicer dan Blender saat Olah Buah dan Sayuran
TRIBUNNEWS.COM/FAJAR
Atlet Panahan Dellie Threeyasinda dalam peluncuran blender Philips Duravita Tritan Jar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap hari tubuh membutuhkan asupan vitamin dan serat yang bisa didapatkan dari buah serta sayuran.

Selain dikonsumsi langsung, kita juga bisa mengolah sayur dan buah dengan cara diblender atau dijus. Memblender berarti menghaluskan bahan makanan menggunakan alat blender.

Menurut Senior Marketing Manager Kitchen Appliances Philips Indonesia, Maria Simanjuntak, hasil akhir blender berbeda dengan juicer, yaitu lebih kental.

"Alat slow juicer akan mengekstrak sayur atau buah dengan cara memeras (squeezing). Alat ini tidak perlu banyak air dan tidak menghasilkan panas. Nanti yang turun adalah sari buahnya dan ampasnya dikeluarkan," kata Maria dalam peluncuran blender Philips Duravita Tritan Jar di Jakarta (11/4).

Baca: Biar Lebih Doyan Sayur dan Buah, Coba Blender Philips Duravita Tritan Jar

Sementara itu, jika diblender kita membutuhkan lebih banyak air dan semua bagian buah atau sayuran akan dihancurkan. Hasil akhirnya adalah smoothie yang teksturnya lebih kental.

"Buah yang kadar seratnya tinggi lebih cocok diblender. Misalnya saja alpukat, pisang, atau sayuran tertentu," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Walau hasil akhir dari juicer hanya sari buahnya saja dan tidak ada ampas atau serat, namun menurut ahli gizi Jansen Ongko bukan berarti tidak sehat.

"Kalau pakai juicer, ampas buahnya akan dibuang, tapi itu kan serat tidak larut, sedangkan serat larutnya tetap ada di dalam buah," ujarnya dalam acara yang sama.

Buah yang dijus atau diblender, menurut Jansen, bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin, terutama untuk memperkenalkan rasa buah kepada anak-anak, untuk orang yang sedang sakit, atau lansia yang tidak dapat mengunyah.

Selain itu, jus atau smoothie juga bisa menjadi variasi dari konsumsi buah dan sayur setiap hari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Beda Cara Mengolah Buah dengan "Juicer" dan Blender"  

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas