Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengenali Tanda-tanda Kerusakan Saraf Tepi

Gejala awal kebas dan kesemutan seringkali diremehkan atau tidak disadari, padahal gejala ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengenali Tanda-tanda Kerusakan Saraf Tepi
tribunstyle.com
Foto ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Neuropati atau gangguan dan kerusakan saraf berisiko memberi dampak permanen jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.

Penyakit ini seringkali diawali dengan gejala kebas dan kesemutan ringan, menurunnya fungsi saraf, seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak, hingga kecacatan permanen yang berpengaruh pada kualitas hidup.

Baca: Mardani Minta Pemerintah Tetapkan Gempa Lombok sebagai Bencana Nasional

Gejala awal kebas dan kesemutan seringkali diremehkan atau tidak disadari, padahal gejala ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM, dr Manfaluthy Hakim SpS(K), mengatakan, jika dibiarkan, gejala neuropati seperti kram, kebas, dan kesemutan dapat menetap dan mengarah pada kelumpuhan.

Manfaluthy mengatakan, saraf dengan kerusakan lebih dari 50 persen sudah tidak dapat diperbaiki.

Salah satu contoh kerusakan saraf adalah carpal tunnel syndrome (CTS).

CTS dengan kondisi parah dapat menyebabkan rasa nyeri dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan menetap.

Rekomendasi Untuk Anda

Rasa nyeri tersebut, jata Manfaluthy, dapat membuat fungsi tangan menjadi terbatas, sehingga dapat menimbulkan kelumpuhan otot dan mengakibatkan kecacatan yang berpengaruh pada pekerjaan penderita.

Dari fisik terlihat, tergantung dari jenis saraf yang terkena, bila saraf tangan yang terkena dan tidak mendapatkan pengobatan yang baik maka telapak dan jari-jari tangan menjadi melengkung.

"Infeksi akibat neuropati banyak dialami oleh mereka yang mengalami kebas atau mati rasa atau baal sehingga tidak terasa ketika luka. Luka yang terjadi sangat mungkin terkena infeksi," kata Manfaluthy dalam temu media beberapa waktu lalu.

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas