Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

WHO: Australia Jadi Negara dengan Pasien Kanker Terbanyak di Dunia, Bagaimana Indonesia?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 9,6 juta orang di seluruh dunia berpotensi meninggal dunia akibat kanker

WHO: Australia Jadi Negara dengan Pasien Kanker Terbanyak di Dunia, Bagaimana Indonesia?
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM - Kanker merupakan penyakit mematikan yang bisa menyerang siapapun di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 9,6 juta orang di seluruh dunia berpotensi meninggal dunia akibat kanker pada tahun ini.

Berdasarkan survei oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker WHO terhadap 185 negara di dunia, Australia menjadi negara dengan proporsi penderita kanker terbanyak di dunia, yaitu sebesar 468/100.000 orang tahun ini.

Dilansir DailyMail, Kamis (13/9/2018), angka penderita kanker tinggi di negara-negara Barat. Setelah Australia, Selandia Baru, Irlandia, Hungaria dan Amerika Serikat menjadi lima negara dengan pasien kanker terbanyak di dunia.

Sementara, Indonesia menempati posisi ke-144 dari 185 negara di dunia, yaitu 136,2/100.000 orang. Tingkat penderita kanker lebih rendah di negara-negara Afrika dan Asia.

daftar negara
Daftar Negara dengan Penderita Kanker Terbanyak di Dunia

Meski begitu, laporan tersebut menyebutkan, pasien lebih mungkin meninggal di belahan dunia ini lantaran layanan kesehatan yang lebih buruk.

Jenis Kanker Paling Mematikan

Peneliti PBB mengatakan, kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling banyak membunuh orang, diikuti oleh kanker usus dan kanker payudara pada wanita.

Laporan lembaga riset itu mengatakan hampir 44 juta orang di dunia rata-rata bertahan hidup selama lima tahun setelah didiagnosis mengidap kanker.

Dr Freddie Bray, kepala pengawasan kanker di IARC, memperkirakan akan ada 29 juta kasus kanker beserta 16 juta kematian pada 2040 mendatang.

Mencegah Kanker

Para ahli mengatakan bahwa meskipun pemerintah meningkatkan kualitas perawatan dan diagnosis dini, kasus kanker terus meningkat karena gaya hidup tidak sehat.

Makan makanan yang tidak sehat, tidak berolahraga, minum alkohol dan merokok menjadi penyebab utama penyakit mematikan ini.

Dr Etienne Krug, direktur departemen penyakit tidak menular WHO memaparkan sejumlah cara untuk mencegah kanker.

"Banyak dari [kasus kanker] dapat dicegah, dengan upaya pencegahan utama dengan berhenti konsumsi rokok, alkohol, diet yang tidak tepat dan dengan berolahraga," ucapnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas