Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Banyak Anak di Berbagai Negara Terkena Campak dan Cacar Karena Tidak Imunisasi

Sejumlah wabah penyakit menyerang anak-anak setelah banyak orangtua yang memutuskan tidak memberikan vaksinasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Banyak Anak di Berbagai Negara Terkena Campak dan Cacar Karena Tidak Imunisasi
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Petugas kesehatan memberikan imunisasi rubella kepada siswa di MTS Negri 1 Balikpapan. TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sejumlah wabah penyakit menyerang anak-anak setelah banyak orangtua yang memutuskan tidak memberikan vaksinasi atau imunisasi kepada anaknya.

Ada beberapa kasus yang muncul seperti yang diberitakan oleh Health Line, di sebuah sekolah swasta di North Carolina, ada 36 anak di sebuah komunitas yang menolak vaksinasi tertinggi karena keyakinan agama terkena penyakit cacar air.

Kemudian di New Jersey ada 18 orang yang terinfeksi campak dan di Rockland County di New York, 87 orang didiagnosa terkena campak.

Pihak kesehatan New York pun memperingatkan kepada masyarakatnya kalau campak adalah salah satu virus paling menular di Bumi dan 90 persen terjadi pada orang yang tidak divaksinasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini juga memperingatkan bahwa kasus campak sejak 2017 meningkat di beberapa negara seiring dengan banyaknya yang menolak imunisasi.

Bahkan WHO memperkirakan 110.000 orang meninggal karena campak tahun 2017 lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara keseluruhan, kasus yang dilaporkan telah meningkat lebih dari 30 persen di seluruh dunia sejak tahun 2016.

Yang terburuk dampknya terjadi di Amerika, kawasan Mediterania timur, dan Eropa, menurut laporan baru oleh organisasi kesehatan terkemuka.

Dr. Soumya Swaminathan, dari pihak WHO bahwa wabah penyakit campak ini menjadi perhatian serius sehingga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

"Tanpa upaya mendesak kami akan meningkatkan cakupan vaksinasi dan mengidentifikasi populasi pada tingkat anak-anak yang tidak diimunisasi,” kata Soumya dalam keterangan resminya.

“Kami berisiko kehilangan momentum melindungi anak-anak dan masyarakat terhadap penyakit yang menghancurkan ini tetapi sepenuhnya ini dapat dicegah,” pungkas Soumya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas